Ketua PPP Sebut Kubu Prabowo-Sandiaga Hanya Bisa Membangun Hoaks: Percayalah Itu Strategi


SURATKABAR.ID – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy (Romi) melayangkan tudingan yang ditujukan kepada oposisi. Menurutnya, kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya sanggup memproduksi berita bohong (hoaks) dalam pilpres kali ini.

Menurut Romi, seperti dilansir dari laman CNNIndonesia.com pada Senin (7/1/2019), hal tersebut adalah taktik yang sengaja digunakan kubu pasangan calon nomor urut 02 tersebut. Belum ada tanggapan dari kubu Prabowo-Sandiaga terkait pernyataan Romi tersebut.

“Percayalah ini adalah strategi lawan. Sebab mereka hanya cuma bisa membangun isu,” sebut Romi ketika ditemui dalam acara Hari Lahir PPP ke-46 yang digelar di Kantor DPP PPP, Jakarta, pada Minggu (6/1) malam.

Ia kemudian memberikan contoh hoax yang dimainkan kubu Prabowo-Sandiaga, yakni kasus Ratna Sarumpaet. Ketika itu, sejumlah anggota tim sukses Prabowo-Sandiaga mengecam tindakan kekerasan yang diterima Ratna. Bahkan Prabowo sendiri ikut angkat suara.

Namun kemudian Ratna mengakui bahwa luka lebam di wajahnya merupakan efek dari operasi plastik yang dijalaninya. Lantaran hal tersebut, Ratna Sarumpaet kini harus mendekam di ruang tahanan Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Bercita-Cita Wujudkan NKRI Bersyariah, Romahurmuziy: Jika Tidak Setuju Akan Berhadapan dengan PPP

Contoh hoax lainnya, Romi mengungkapkan, berita soal tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah dicoblos pada kolom pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief ikut menyuarakan kabar bohong perihal berita tersebut. Namun KPU, Bawaslu, dan Bea Cukai setempat memastikan sama sekali tidak ada kontainer seperti yang disebut tersebut.

“Mereka terus-menerus membuat hoaks dan diberitakan berulang kali. Mereka juga menggunakan banyak situs dadakan untuk menyebar kebohongan,” ungkap Romi.

Menurutnya, alasan kubu Prabowo-Sandiaga memainkan hoaks dikarenakan mereka tak lagi sekuat tahun 2014. Pilihannya adalah dengan memainkan hoaks sebagai taktik baru. “Kekuatan mereka di ‘darat’ jauh berkurang dibanding tahun 2014 lalu,” tegasnya.

Ia lantas meminta kepada seluruh kader PPP yang ada di seluruh Indonesia untuk mewaspadai berita di sosial media. Menurutnya, sekarang ini begitu banyak informasi yang beredar tanpa bisa dibuktikan kebenarannya.

Romi juga berharap seluruh kader PPP, demikian juga masyarakat secara umum, tak mudah terpancing dengan informasi yang sifatnya provokatif. Ia berharap kader PPP dan masyarakat lebih mempercayai berita dari media arus utama atau media mainstream yang telah teruji keberadaannya.

“Mereka juga menggunakan banyak situs dadakan untuk menyebar kebohongan. Jangan mudah terpancing untuk membagikan berita-berita dari situs yang tidak jelas dan isinya penuh provokatif dan fitnah,” pungkas Romi.