Edan! Dua Artis Terlibat Bisnis Prostitusi Online di Surabaya, Tarif Sewanya Sekali ‘Main’ Bikin Loyo


    SURATKABAR.ID – Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil membongkar jaringan prostitusi online di Kota Pahlawan, Surabaya pada Sabtu (5/1) siang. Dalam penangkapan tersebut, anggota kepolisian turut mengamankan dua artis.

    “Hari ini, tanggal 5 Januari 2019 di jam 12.30 WIB, Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Timur mengamankan 4 orang saksi. Dua artis, dua manajemen,” jelas Kasubdit V Cyber Crime AKBP Harissandi ketika dimintai konfirmasi di Surabaya, dikutip dari Detik.com, Sabtu (5/1/2019).

    Dalam kasus tersebut, satu orang ditetapkan sebagai tersangka. “Ada 1 tersangka yang diduga melaksanakan transaksi elektronik di situ di mana transaksi prostitusi online. Dan ada mucikari,: imbuh AKBP Harissandi lebih lanjut.

    Harissandi kemudian mengungkapkan bahwa kasus tersebut terbongkar berkat laporan yang segera ditindaklanjuti oleh anggotanya. “Kita mengetahui hal ini dari informasi masyarakat yang memberitahukan ada kegiatan transaksi prostitusi di wilayah hukum Polda Jatim,” jelasnya.

    Ada pun dua orang artis yang diamankan Polda Jatim dalam kasus prostitusi online di Surabaya pada Senin (5/1) siang tadi, diketahui berinisial VA. Ditangkap bersama VA, adalah salah seorang artis pemain FTV berinisial AF.

    Baca Juga: Kisah Polisi Menyamar dan Pesan Wanita untuk Ungkap Prostitusi Online di Aceh Besar

    Saat melakukan aksinya, VA memasang harga sebesar Rp 80 juta. Sementara AF hanya senilai Rp 25 juta saja. “Ini berbeda, dua orang ini berbeda. VA Rp 80 juta. Yang satu Rp 80 juta, dan satunya Rp 25 juta,” ujar Wadir Reskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara di Mapolda Jatim, Surabaya.

    Tak hanya dua artis saja, polisi mengamankan empat orang saksi. Selain itu, seorang diduga mucijari bisnis terlarang tersebut juga ikut diringkus. “Yang mana dilakukan oleh dua orang sementara sebagai korban. Kemudian ada 4 saksi dan 1 diduga sementara sebagaimucikari,” jelas Arman.

    Arman mengaku, sebelum anggotanya membongkar bisnis tersebut, pihaknya mendapat pengaduan dari masyarakat. Menurut informasi, rencananya kedua artis itu akan menjalankan aksinya di salah satu hotel di Kota Pahlawan, Surabaya.

    “Kemudian kita melaksanakan kegiatan profiling melalui media sosial. Kita mendapatkan bahwasanya transaksi ini dilakukan di jam 12.30 WIB untuk menyediakan prostitusi yang dilakukan oleh dua orang tersebut di salah satu hotel di wilayah Surabaya,” pungkas Arman.