Fahri Hamzah: Kasus Kardus Belum Dijawab, Sekarang Kertas Suara


SURATKABAR.ID – Fahri Hamzah selaku Wakil Ketua DPR meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk lebih aktif menjawab hal-hal berkenaan kabar bohong yang dikhawatirkan dapat menimbulkan keraguan masyarakat. Pasalnya hal ini berkaitan erat dengan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2019 di bulan April mendatang.

Dilansir dari reportase OkeZone.com, Jumat (04/01/2019), Fahri menuturkan hal ini guna merespons adanya berita bohong atau hoax mengenai 7 unit kontainer berisikan surat suara yang sudah dicoblos.

“Dalam hal ini KPU harus lebih aktif jawab semua berita yang tidak benar, yang menyebabkan munculnya keraguan masyarakat tentang legitimasi dari pemilu kita,” tukas Fahri kepada wartawan, Jumat (04/12/2018).

Soal Kotak Suara Kardus

Fahri juga mengingatkan agar KPU tak melupakan polemik di kalangan masyarakat mengenai kotak suara berbahan kardus yang menurutnya belum usai. Apalagi KPU sekarang tengah diserang isu miring soal surat suara yang sudah dicoblos untuk salah satu pasangan.

“Kasus kardus itu belum dijawab dengan baik oleh KPU. Lalu sekarang masuk dalam kasus kertas suara. Tapi jangan kemudian KPU ramai-ramai soal surat suara untuk menutupi soal kotak suara,” ucap Fahri, dilansir dari reportase Detik.com.

Baca juga: Polisi Didesak Ungkap Penyebar Pertama Hoax 7 Kontainer Surat Suara Dicoblos

Fahri tak mau jika kasus hoax surat suara ini berakhir sama dengan kotak suara kardus. Itulah sebabnya dia meminta KPU meyakinkan masyarakat bahwa tak ada permasalahan terkait dua persoalan itu.

“Keduanya bisa datangkan keraguan dan harusnya keduanya buat KPU harus terjun dan jelaskan secara meyakinkan bahwa tidak akan ada masalah dan seterusnya. Gimana mekanisme dan sistemnya dijelaskan kepada masyarakat agar masyarakat tahu itu tidak ada masalah,” tutur Fahri.

Ia juga menyebutkan bahwa KPU harus terjun dan jelaskan secara menyakinkan bahwa tidak akan ada masalah lagi seterusnya mengenai hal itu.

Sebelumnya, pada Rabu (02/01/2019), Andi Arief menge-tweet soal informasi adanya 7 kontainer berisi surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Ia meminta KPU untuk mengecek kebenaran informasi itu.

KPU lantas mengecek informasi adanya surat suara yang sudah dicoblos tersebut. Arief Budiman selaku Ketua KPU memastikan tak ada surat suara yang telah tercoblos sebanyak 70 juta di dalam tujuh kontainer yang ditemukan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sementara itu, laporan Tempo.co mengungkapkan bahwa Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis meminta kepolisian menelusuri semua akun penyebar informasi terkait kabar hoax atau hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos. Hal ini, kata dia, untuk menemukan siapa orang yang pertama kali menyebarkan kabar tersebut.

“Pokoknya semua akun yang posting, kan itu bisa ditelusuri. Semua sudah disampaikan ke polisi,” kata Viryan di kantor KPU, Jakarta, Kamis (03/01/2019).

Sebelumnya, beredar kabar adanya 7 kontainer surat suara tercoblos. Kontainer ini dikabarkan tiba dari China. Kabarnya, masing-masing kontainer itu berisikan 10 juta surat suara yang tercoblos pasangan nomor urut 01.

Kabar surat suara yang telah dicoblos ini juga disebarkan oleh politikus Partai Demokrat Andi Arief. Dalam akun Twitter resminya @AndiArief_ dia menuliskan, “Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya, karena ini kabar sudah beredar.”

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.