Gabung PDIP Setelah Bebas, Habib Novel: Saya Khawatir Ahok Malah Menjadi dan Tak Bisa Bertobat


SURATKABAR.ID – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang saat ini masih merampungkan masa hukumannya di penjara, namun tak lama lagi akan segera menghirup udara bebas. Dikabarkan, begitu bebas, ia akan merapat ke kubu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P).

Menanggapi rumor tersebut, Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212 Habib Novel Bamukmin, seperti yang dilansir dari laman JPNN.com pada Rabu (2/1/2019), menilai keputusan tersebut bukanlah pilihan yang tepat.

“Saya sangat khawatir. Mengingat karakter pribadinya yang tidak berakhlak. Dengan bergabung PDIP, Ahok malah akan menjadi-jadi dan tak bisa bertobat,” tutur tokoh Front Pembela Islam (FPI) tersebut ketika dimintai tanggapan pada Rabu (2/1).

Novel mengaku tidak percaya bahwa Ahok bakal bebas dan akan bertobat. Ia bahkan mencurigai mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut akan semakin arogan. “Saya sulit menilai Ahok bebas menjadi orang yang bertobat. Bahkan diduga tambah menjadi arogan,” imbuhnya lebih lanjut.

Baca Juga: Klaim Tak Perlu Upaya Khusus Tarik Ahoker, Ma’ruf Amin: Mereka Sadar Lebih Baik Saya

Kemudian ia menegaskan, apabila Ahok bersungguh-sungguh ingin bertobat setelah bebas nanti, disarankan untuk tidak bergabung dengan PDIP. “Bukan tempat yang tepat buat orang yang mau bertobat,” ujar Novel.

Habib Novel mengaku sangat siap jika dimintai untuk menjadi pembimbing Ahok agar bisa kembali ke jalan yang lurus. Menurutnya, Ahok sebaiknya bergabung dengan partai yang memang mengajarkan akhlak keislaman.

“Kalau Ahok mau benar-benar tobat, saya mau membombingnya. Karena saya pernah dengar selama dua tahun di penjara, katanya (Ahok) sempat belajar Islam dan Al-Qur’an,” ujar Habib Novel Bamukmin dengan tegas.

Seperti yang sebelumnya ramai diperbincangkan, Ahok dikabarkan sempat mempelajari agama Islam saat ia disebut-sebut akan mempersunting salah satu polisi wanita. Ketika isu itu meluas, Novel sudah menyatakan kesiapannya menjadi saudara seiman bagi terdakwa dalam kasus penistaan agama tersebut.

“Sangat mendukung dan saya orang pertama yang jadi saudaranya Ahok secara Islam,” sahutnya beberapa waktu lalu. “Apabila Ahok bersedia saya syahadatkan, saya siap. Kalau perlu, Ahok mau diislamkan sama Habib Rizieq, saya siap antarkan ke Arab Saudi,” imbuh Novel.