Nahas! Satu Keluarga Tercebur ke Sungai Saat Berfoto, Ayah dan 2 Anak Tewas


    SURATKABAR.ID – Insiden nahas terjadi menimpa satu keluarga yang sedang berwisata di kawasan air terjun di Trenggalek, Jawa Timur. Pada Selasa (01/01/2019), tiga orang yang terdiri dari ayah dan dua anaknya tewas tenggelam di kawasan air terjun tersebut. Sedangkan ketiga orang lainnya yang merupakan istri korban dan juga dua anak lainnya selamat. Mereka lalu menjalani perawatan medis seusai insiden kecelakaan tersebut.

    “Diduga mereka terpeleset dan meninggal dunia ketika berswafoto (selfie),” tukas Kapolsek Suruh AKP Yasir, seperti dilansir dari laporan Kompas.com, Rabu (02/01/2019).

    Setelah diangkat dari air terjun oleh polisi, TNI dan warga, ketiga korban yang tewas langsung dibawa ke ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soedomo, Trenggalek, Jawa Timur.

    Sementara itu, ketiga korban selamat lainnya yang terdiri dari istri dan dua anaknya langsung menjalani perawatan medis. Keenam orang ini merupakan satu keluarga. Mereka berasal dari Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek.

    Adapun lokasi kejadian berada di kawasan air terjun kecil, yakni Jurug Gue di Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Trenggalek.

    Baca juga: 8 Pengeroyok yang Tewaskan Anggota Brimob di Sumsel Sudah Dibekuk

    “Tiga orang korban meninggal dunia yakni ayah dan dua anak kandung, sedangkan tiga korban selamat yakni istri dan dua anak kandung dan kembar siam yang masih kecil,” tutur AKP Yasir di sekitar kamar Jenazah RSUD Dokter Soedomo Trenggalek.

    Tercebur dan Tak Bisa Berenang

    Insiden nahas ini berawal saat satu keluarga ini berangkat dari rumahnya sekitar pukul 08.00 WIB, Selasa siang (01/01/2019). Diduga mereka hendak menikmati suasana liburan tahun baru di kawasan air terjun Jurug Gue.

    Mengutip TribunNews.com, rombongan ini datang ke lokasi wisata ini sekitar pukul 14.00 WIB, dengan sepeda motor Honda Astrea Grand warna hitam AG 3325 YH.

    Namun sekitar pukul 02.00 WIB, pada saat hendak pulang dari lokasi, mereka menyempatkan diri untuk berswafoto bersama (wefie) di bibir kolam sungai.

    Saat itu, Joko Susapto (36) berada dalam posisi berdiri menggendong dua anak kembarnya bernama Kalia (2) dan Kalista (2). Sementara istrinya, Dumani (36) berada di sebelahnya didampingi dua anaknya yang lain bernama Faiz (10) dan Arinda (11).

    Kemudian, pada saat berswafoto tiba-tiba Joko Susapto bersama dua anak kembarnya terpeleset karena bebatuan yang diinjaknya licin. Ketiganya jatuh ke kolam sungai sedalam 3 meter lebih.

    “Melihat suami dan dua anaknya tercebur sungai, spontan Dumani langsung menceburkan diri ke sungai hendak menolong,” ucap Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Trenggalek AKP Sumi Andhana menambahkan.

    Tak mau tinggal diam, Faiz dan Arinda ikut menceburkan ke sungai ikut memberi pertolongan kepada ayah dan kedua adik kembarnya. Namun, keduanya justru ikut tenggelam lantaran tak bisa berenang. Sedangkan ibunya berhasil menyelamatkan kedua anak kembarnya.

    “Dan diduga karena keduanya tidak bisa berenang, mereka tenggelam ke dasar kolam sungai bersama ayahnya,” ungkap AKP Sumi.

    Setelah dilakukan upaya pencarian oleh polisi dan TNI dibantu warga, ketiga korban ditemukan tewas di dasar sungai. Sedangkan istrinya dibawa ke RSUD Dokter Soedomo menjalani perawatan, karena dalam keadaan syok. Lalu kedua anak kembarnya yang semula kritis sudah mulai membaik.

    “Tiga korban selamat yang kini menjalani perawatan sudah mulai membaik,” imbuh AKP Yasir.

    Karena tidak ditemukan adanya tanda kekerasan di tubuh korban setelah dilakukan penyidikan oleh polisi, jasad ketiganya lalu dibawa menuju rumah duka di Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan, Trenggalek, untuk dimakamkan. Dengan menggunakan tiga unit mobil ambulans, ketiga korban meninggal dunia pun dibawa.