8 Pengeroyok yang Tewaskan Anggota Brimob di Sumsel Sudah Dibekuk


    SURATKABAR.ID – Brigadir Yusuf (30), seorang anggota Brimob di Datasemen C Blitang, tewas dikeroyok warga di Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan. Dari kasus tersebut, polisi menahan 8 orang pelaku. Kejadian pembacokan diketahui terjadi  di ruas Jalan Raya Ranau, Kelurahan Batu Belang Jaya, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan pada Minggu (30/12/2018) malam. Insiden bermula saat Briptu Yusuf berseteru dengan pengemudi motor lainnya.

    “Menurut keterangan saksi dan tiga pelaku yang sudah ditangkap pertama, katanya pelaku ada delapan orang,” kata Kasat Reskrim Polres OKU Selatan AKP Kurniawi saat dimintai konfirmasi wartawan, Rabu (02/01/2019). Sebagaimana dilansir dari Detik.com.

    Kurniawi melanjutkan, saat ini semua pelaku sudah ditahan tim gabungan Polres OKU Selatan dan Polda Sumsel. Ketiga pelaku yang pertama ditangkap adalah Youngki (21), Hafnizar (27), dan Oktono (50).

    Sementara untuk lima pelaku lain yang juga ikut terlibat baru diserahkan pihak keluarga pada Selasa (01/01/2019), pukul 17.30 WIB. Kelima pelaku disebut masih menjalani pemeriksaan berkenaan peran masing-masing.

    “Masih diperiksa semua, perannya apa juga belum tahu. Kami sekarang fokus pada keamanan dan pemeriksaan lima pelaku ini dulu karena baru diserahkan keluarganya,” beber Kasat memberikan keterangan.

    Baca juga: PK Jessica Wongso Ditolak MA, Hakim Bangga Hukuman Penjara Tetap 20 Tahun

    “Mereka ini datang diantar langsung oleh keluarganya, minta perlindungan ke kami dan masih diinterogasi. Kami belum tahu apakah akan dibawa ke Polda atau tidak. Memang informasi awal ada lima pelaku, tapi ternyata lebih,” pungkasnya.

    Diketahui sebelumnya, Brigadir Yusuf tewas setelah dikeroyok warga di Jalan Raya Ranau, pada Minggu (30/12/2018) sore. Korban yang diketahui anggota Brimob ini tewas dengan luka tusuk dan bacokan senjata tajam di tubuh.

    Sedangkan untuk motifnya, baru terungkap ternyata hanya karena masalah sepele. Masalah terjadi antara korban dan pelaku. Mereka sempat berpapasan, selanjutnya saling salip-salipan hingga akhirnya terjadi keributan.

    Kronologi Penyerangan Briptu Yusuf

    Mengutip Medan.TribunNews.com, awalnya pelaku yang bernama Yongki yang saat itu juga sedang mengendarai sepeda motor, memotong lajur kendaraan Briptu Yusuf sembari memainkan gas motornya.

    Melihat kelakuan Yongki, Briptu Yusuf terpancing emosinya. Ia lalu mengejar Yongki dan memukulnya dengan menggunakan senjata api. Tak terima perlakuan Briptu Yusuf, kedua teman Yongki yang bernama Zainal dan Nizar langsung mencoba menolong rekannya itu. Namun keduanya ikut dipukul oleh Briptu Yusuf dengan menggunakan senjata api yang sama.

    Tak terima akan perlakuan tersebut, korban langsung dibacok dengan menggunakan senjata tajam. Melihat kejadian itu, beberapa orang lantas menolong korban dengan membopongnya menuju sebuah mobil. Saat dievakuasi, korban yang bersimbah darah sudah dalam kondisi tak sadarkan diri.

    Menurut Kapolda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Pol Zulkarnain Adinegara, kedua pelaku tersebut langsung membacok Briptu Yusuf menggunakan sebuah parang.

    “Dua pelaku lagi datang dan langsung mengambil parang hingga membacok Briptu Yusuf di bagian wajah. Satu luka tusuk di dada diduga yang menyebabkan korban tewas,” tutur Zulkarnain, Senin (31/12/2018).

    Zulkarnain juga menyebutkan, saat kejadian para pelaku tak mengetahui jika korban merupakan anggota dari kepolisan Brimob. Pasalnya, saat itu Briptu Yusuf dalam kondisi lepas dinas tanpa mengenakan seragam lengkap kepolisian.

    “Briptu Yusuf memakai baju preman dan memang lepas dinas. Tetapi membawa senjata, karena sudah ada izinnya,” imbuhnya.

    Sewaktu ditemukan, di tubuh Briptu Yusuf ditemukan sejumlah luka tusuk di rusuk kiri, pergelangan tangan kiri dan pipi sebelah kiri.