Panas! Dituding Belum Sumbang Dana Kampanye Prabowo-Sandiaga, Begini Respons PKS


SURATKABAR.ID – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera buka suara menanggapi tudingan bahwa partainya belum menyumbang dana kampanye teruntuk pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

PKS, seperti yang dilansir dari laman Kompas.com pada Selasa (1/1/2019), merupakan salah satu partai Koalisi Indonesia Adil Makmur, selain Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Demokrat (PD). Koalisi ini mengusung Prabowo-Sandiaga dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Namun demikian, Mardani menegaskan bahwa PKS sudah bekerja untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 02. Selain itu, PKS, sebut anggota DPR RI tersebut, juga sudah banyak memberikan sumbangan dalam bentuk selain dana.

“Semua partai pendukung sudah bekerja dan memang tidak dalam bentuk sumbangan dana kampanye. Karena kebanyakan digabung dengan kegiatan partai,” ujar Mardani ketika dihubungi melalui telepon pada Selasa (1/1).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, PKS, PAN, dan PD membantu pemenangan Prabowo-Sandiaga melalui pemasangan alat peraga kampanye (APK) serta biaya sosialisasi di sejumlah daerah. Mardani mengaku, Badan Pemenangan Nasional (BPN) juga telah mengetahui segala bentuk bantuan dari partai koalisi.

Baca Juga: Demi Jegal Jokowi, Ini Kejutan yang Dipersiapkan SBY untuk Prabowo-Sandiaga

“Kita menikmati semua proses dan bahagia dengan kampanye Prabowo-Sandi. Kebanyakan memang dalam bentuk APK dan biaya sosialisasi. PKS sudah memasang APK di 80 daerah pemilihan se-Indonesia,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, BPN memaparkan total dana kampanye yang berhasil terkumpul dalam rentang empat bulan terhitung sejak September hingga Desember. Adapun totap dana kampanye yang diterima Prabowo-Sandiaga menyentuh angka Rp 54 miliar.

Adapun rincian dana kampanye yang terkumpul adalah Rp 39,5 miliar dari Sandiaga, Rp 13 miliar dari Prabowo, dan Rp 1,38 miliar sumbangan dari Partai Gerindra. Sementara sumbangan warga perorangan mencapai Rp 76,1 juta, sedangkan sumbangan kelompok sebesar Rp 28 juta.

Calon wakil presiden Sandiaga Uno sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan jika PKS, PAN, dan Demokrat tak menyerahkan sumbangan untuk dana kampanye. Menurutnya, ketiga partai koalisi tersebut sudah berperan penting melalui pemasangan APK dan juga sosialisasi.

Namun demikian, beberapa waktu lalu calon presiden Prabowo Subianto sempat menyinggung para elite partai koalisi pendukungnya yang hingga kini belum juga memberikan bantuan dalam bentuk dana kampanye.

Ia bahkan sampai membanding-bandingkan partai koalisi dengan pengemudi ojek online yang rela menyisihkan sebagian pendapatan mereka untuk bisa turut menyumbang dana kampanye Prabowo-Sandiaga.

“Hei, kalian elite partai. Kalau kalian tidak menyumbang, kelewatan kalian. Ini tukang ojek saja mengirimkan penghasilannya kepada kita,” seru Prabowo seperti yang dikutip dari tayangan di akun YouTube Gerindra TV pada Selasa (18/12) lalu.

[wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]