Mencengangkan! Ilmuwan Cina Temukan Cara Mengubah Tembaga Menjadi Emas


SURATKABAR.ID – Sebuah terobosan kembali berhasil dilakukan oleh para ilmuwan di China. Mereka telah mempelajari bagaimana cara mengubah tembaga murah menjadi “emas”. Diyakini mereka, temuan itu dapat berdampak signifikan pada harga logam mulia. Temuan ini juga digadang-gadang akan berguna bagi industri demi menahan suhu tinggi dan oksidasi.

Melansir laporan Republika.co.id, Selasa (01/01/2019), tim peneliti China berhasil mengubah logam tembaga murah menjadi bahan baru yang hampir identik dalam komposisi menjadi emas. Mereka melakukannya dengan menggunakan jet gas argon panas yang bermuatan elektronik.

Partikel terionisasi yang bergerak cepat melepaskan atom tembaga dari lembaran logam target. Dan saat atom-atom mendingin dan mengembun, lapisan tipis “pasir” mulai terbentuk di permukaan alat pengumpul.

Para ilmuwan mencatat setiap butiran pasir berdiameter hanya beberapa nanometer, sekitar 1/1.000 ukuran bakteri. Usai memasukkan bahan berpasir ini ke dalam ruang reaksi, digunakan untuk mengubah batubara menjadi alkohol.

Selama proses tersebut, partikel nano tembaga yang membentuk zat berpasir itu bertindak dengan cara yang sama seperti logam mulia akan berperilaku, dengan para ilmuwan memuji proses itu sebagai sebuah kesuksesan.

Baca juga: Dahsyat! China Bikin Matahari Buatan, Suhunya 6 Kali Lebih Panas dari Sang Surya

Kinerja Katalitik

“Nanopartikel tembaga mencapai kinerja katalitik yang sangat mirip dengan emas atau perak,” ungkap para ilmuwan di balik proyek itu dalam sebuah pernyataan. Demikian seperti dilansir dari Nypost, Selasa (01/01/2019). Hasilnya? Ia menggambarkan bagian ‘ayam’ bisa berubah menjadi ‘burung Phoenix’.

Menurut para peneliti, proses tersebut dapat memberikan dorongan signifikan bagi industri China yang menggunakan logam mulia seperti emas di banyak industri modern. Pasalnya, perangkat elektronik seperti ponsel dan komputer saat ini masih mengandung logam seperti emas, perak, dan platinum. Bahkan, diperkirakan satu gram bijih emas dapat ditemukan di dalam sekitar 40 smartphone. Tembaga biasa, yang mempunyai lebih sedikit elektron di sekitar nukleusnya, tak dapat digunakan dalam aplikasi industri maupun emas.

Mengutip OkeZone.com, tembaga juga bereaksi lebih mudah saat bergabung dengan bahan kimia lain karena elektronnya juga relatif lebih tidak stabil daripada yang ada di emas. Tim peneliti juga mengklaim bahwa metodenya telah membuat elektron tembaga lebih padat dan stabil.

Itu juga memungkinkan mereka untuk menyuntikkan sejumlah besar energi ke dalam atom tembaga. Para peneliti lebih lanjut mengklaim bahwa bahan yang dihasilkan dapat menahan suhu tinggi, oksidasi, dan erosi.

Temuan yang mencengangkan ini dibuat tim ilmuwan dari Institut Fisika Kimia di Akademi Ilmu Pengetahuan China di Liaoning sewaktu mereka berusaha menemukan “pengganti emas.” Temuan mereka dipublikasikan di Science Advances.

Namun, sebelum bergegas untuk mengubah tembaga Anda sendiri menjadi nugget kecil emas, perlu dicatat bahwa bahan baru yang dibuat di laboratorium Cina ini pada dasarnya masih tembaga. Meski begitu, hal itu akan bermanfaat bagi dunia manufaktur karena bahan baru telah ditemukan untuk menahan suhu tinggi, oksidasi dan erosi.

Profesor Sun Jian menggambarkan temuan timnya ini laksana seorang prajurit dengan baju besi emas di medan perang, yang mampu menahan serangan musuh.