ISC 2016, Akankah Hanya Sebuah Oase Kering Bagi Sepakbola Nasional?


sepakbola1-e1436168556234

Akhir bulan April 2016, sepakbola nasional Indonesia akan memasuki babak baru, dengan dihelatnya sebuah kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Namun benarkah ISC mampu menjadi jawaban atas kekisruhan yang selama ini terjadi, atau akankah ISC menjadi sekedar kompetisi tanpa hasil yang jelas?

ISC 2016, yang disebut juga TSC digadang-gadang akan menjadi kompetisi terbaik di Indonesia, setelah hampir dua tahun terakhir dahaga penikmat sepakbola nasional kering kerontang, tanpa adanya kompetisi resmi setelah PSSI dibekukan pemerintah, plus dihukum FIFA.

TSC akan diikuti 18 tim eks ISL plus plus, dan disebut sebut kali ini semua tim peserta sudah mendapat restu dari pemerintah dan BOPI, sehingga tidak akan lagi ada kegagalan kompetisi akibat peserta ilegal seperti di waktu yang lalu.

Sebagai penyelenggara, TSC akan bergerak di bawah PT. Gelora Trisula Semesta (GTS) yang jelas-jelas merupakan wajah baru dari PT. LIGA, yang selama ini konsisten menggelar Liga Indonesia. Dimana selaku Direktur juga masih dipegang Joko Driyono, nama yang jelas tidak asing lagi di Liga Indonesia.

Torabika Soccer Championship (TSC) 2016

Kepada publik Joko Driyono menyatakan bahwa TSC akan menjadi kompetisi paling menarik, dengan komposisi tim terbaik, serta didukung integritas tinggi dari pengadil dan penyelenggara kompetisi.

Tapi tentu publik tidak akan mudah melupakan berbagai kasus match fixing,kekerasan, dan rasialisme yang berulang mewarnai perjalanan Liga Super dan divisi di bawahnya di bawah PT LIGA di masa lalu. Sehingga jelas dibutuhkan benar kejelian dari Joko Driyono Dkk jika memang masih ingin meraih simpati publik sepak bola nasional yang sudah terlanjur sakit hati.

Terkait dengan pendanaan, Joko Driyono menyebut pihaknya telah menyiapkan Rp 375 M  untuk menggerakkan roda  kompetisi TSC dan beberapa divisi serta pembinaan usia muda di bawahnya. Sayangnya TSC masihbelum jelas outputnya . Bagaimana mau jelas, karena hingga saat ini Indonesia juga masih dalam masa hukuman dari FIFA,dengan tidak bisa berkompetisi di level internasional. Jadi juara TSC masih belum jelas akan dibawa kemana, atau mungkin hanya naik podium terima uang, konvoi habis-habisan dan sudah cukup?

Lanjut ke halaman selanjutnya >>


1
2
BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaKabupaten Sumedang Siap Fasilitasi 5 Cabor PON 2016
Berita berikutnyaGara-Gara Lakukan Kesalahan Ini, Ridwan Kamil Marah Hingga Pecat Tiga Anak Buahnya