Petualang Perancis Ini Akan Rayakan Pergantian Tahun di Samudera Atlantik Sendirian


SURATKABAR.IDJean-Jacques Savin, seorang pria berusia 71 tahun asal Prancis baru-baru ini menggegerkan publik dengan aksinya. Ia memulai pelayarannya pada Rabu (26/12/2018) di atas Samudra Atlantik dengan menggunakan kapsul berbentuk seperti tong seharga 60 ribu Euro.

Harapannya, kapsul oranye berbentuk barel itu dapat membawanya berlabuh di Pulau Karibia dalam hitungan tiga bulan menyusul kondisi cuaca yang bagus di sekitar Samudera tersebut. Selain itu, ia juga berniat merayakan pergantian tahun sendirian di sana.

Melansir reportase SindoNews.com, Minggu (30/12/2018), Jean-Jacques Savin mengaku sejauh ini tidak menghadapi hambatan yang berarti.

“Cuacanya cerah sekali. Kapsul yang saya tumpangi mengapung di atas hamparan laut dan bergerak sekitar dua atau tiga kilometer per jam,” tutur Jean-Jacques usai lepas dari El Hierro di Pulau Canary, Spanyol. Demikian sebagaimana dikutip dari laporan France24.com.

Jean-Jacques melanjutkan, kapsul itu beroperasi dengan sangat baik. Dia tampak optimis lantaran angin juga berhembus searah dengan laju kapsul.

Baca juga: Heboh! Babi Jadi-jadian Ditangkap di Pangandaran

“Sampai saat ini, kapsul ini berjalan sebagaimana yang saya harapkan. Berdasarkan hasil ramalan cuaca, saya juga tidak terlalu khawatir dengan arah angin,” tukas Jean-Jacques kemudian.

Jean-Jacques merancang kapsul itu selama berbulan-bulan di sebuah pembuatan kapal di Ares, Prancis. Dengan panjang mencapai tiga meter dan lebar 2,1 meter, kapsul itu cukup luas untuk mengangkut satu orang serta persediaan makanan dan minuman. Kapsul tersebut terbuat dari kayu plywood berlapis resin.

Seperti yang diungkapkan Jean-Jacques, meski amatir, kapsul itu dirancang secara serius untuk mengurangi serangan binatang laut dan benturan gelombang laut. Beratnya pun bisa mencapai 450 kilogram saat dikosongkan. Di dalamnya juga terdapat ruangan seluas empat meter persegi yang terbagi menjadi dapur, kamar tidur dan gudang.

Jean-Jacques juga membuat sebuah lubang kecil berlapis material transparan di bagian bawah untuk melihat ikan yang melintas. Pria itu rupanya merupakan mantan anggota angkatan udara (AU) yang pernah beroperasi di Afrika. Dia juga bekerja sebagai seorang pilot dan perangkat Ranger Taman Nasional Prancis.

Jean-Jacques telah membawa sebotol foie gras dan wine putih Sauternes guna merayakan Malam Tahun Baru di Samudera Atlantik. Ia juga membawa wine berlabel Saint-Emilion untuk merayakan hari ulang tahunnya yang ke-72 pada 14 Januari 2019 mendatang. Dia berharap, mata angina bisa membawanya ke Karibia tanpa perlu berlayar atau berdayung.

Terinspirasi dari Sebuah Buku

Menukil IDNTimes.com, Savin sendiri mengakui dirinya terinspirasi oleh perjalanan yang dilakukan oleh seorang dokter Prancis bernama Alain Bombard. Bombard berhasil melintasi Samudera Atlantik sendirian di sebuah perahu karet pada tahun 1952. Padahal, ia melakukannya dengan hampir tak ada air atau makanan. Faktanya, ia hanya hidup dengan ikan dan plankton yang ditemukan di jalan.

Namun Savin menyebutkan telah membaca buku Bombard berjudul “Volau Naufrage” (“Voluntary Castaway”) beberapa kali. Ia juga mengimbuhkan pada bulan November 2018 bahwa ia tak akan berangkat dengan Bombard pada saat itu.

Perjalanan saat ini tidak dilakukan di bawah kondisi yang sama sederhana, dengan laras yang panjangnya mencapai 3 meter dapat menampung ruang tamu seluas 6 meter persegi termasuk dapur, tempat tidur, dan penyimpanan barang. Jendela kapal di lantai akan memungkinkan Savin mengamati ikan saat ia berpetulang di samudera luas.