Bikin Melongo! Ketahuan Bawa Ayam Goreng ke Taiwan, Wisatawan Ini Didenda Rp 14 Juta


SURATKABAR.ID – Setiap negara memiliki kebijakan masing-masing mengenai barang apa saja yang boleh dan tidak boleh dibawa masuk ke negaranya oleh wisatawan mancanegara.

Jika ketahuan melanggar, hukuman siap menanti. Mulai dari membayar denda, hingga ditahan oleh pihak imigrasi hingga masalah selesai.

Namun, seorang wisatawan asal Malaysia terpaksa membayar Rp 14 juta hanya karena ayam goreng yang dibawanya. Jika dipikir secara logika, hal ini sama sekali tak masuk akal, bukan?

Dilaporkan World of Buzz, Kamis (27/12/2018) kemarin seorang warga Malaysia terbang menuju Taiwan. Ia menggunakan penerbangan JC international Airlines dan mendarat di Bandara Taoyuan.

Baca juga: Hampir Tak Terekspos! Putra Papua Ini Jadi Bintang Sepak Bola AS

Penumpang tersebut terdaftar di jalur nomor 6. Jalur ini dikhususkan untuk mereka yang seharusnya tak membawa apapun keciali perlengkapan pribadi. Namun, saat pemeriksaan petugas menemukan dua potong ayam goreng dengan berat 160 gram.

Ayam goreng tersebut terbungkus kertas saat ditemukan petugas. Petugas pun langsung memproses wisatawan tersebut karena dianggap telah melanggar peraturan. Ia didenda 30.000 dolar Taiwan atau sekitar Rp 14 juta gara-gara ayam goreng tersebut.

Ternyata, denda tersebut bukan tanpa alasan. Dilansir dari grid.id, Minggu (30/12/2018), ayam goreng diklasifikasikan sebagai produk daging yang dilarang keras dibawa ke Taiwan. Selain daging, buah-buahan dan sayuran segar juga dilarang.

Peraturan yang terdengar aneh ini sebenarnya bertujuan untuk mencegah masuknya hama atau penyakit ke Taiwan. Wisatawan yang masuk ke Taiwan akan didesak membuang ke tempat karantina jika membawa produk-produk ini.

Kebijakan tersebut juga berkaitan dengan wabah flu babi yang muncul di China. Oleh karena itu, pemerintah Taiwan memberikan denda dalam jumlah tak sedikit untuk memberi peringatan kepada para penumpang.

Peristiwa denda gara-gara ayam goreng ini juga menjadi sebuah peringatan kepada para wisatawan yang pergi ke Taiwan. Pihak bea cukai setempat juga telah mengkonfirmasinya.