Beredar Video Kekerasan Terhadap Anak, KPAI Ungkap Fakta Dibaliknya


SURATKABAR.ID – Sebuah video bermuatan kekerasan terhadap anak menjadi perhatian netizen. Mereka beramai-ramai meminta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk menyelidiki dan mengungkap pelakunya.

Terkait hal ini, Ketua KPAI Susanto menuturkan, video yang mulanya beredar di aplikasi perpesanan WhatsApp tersebut tak berasal dari Indonesia.

“Hasil pendalaman yang dilakukan tim siber Polda Metro Jaya, kejadian tersebut bukan di Indonesia, tetapi di Filipina. Tersangka penganiayaan bernama Myraflor Flores Basbas, penduduk di Iloilo, Filipina,” terang Susanto, Sabtu (29/12/2018), seperti dikutip dari teras.id.

Dalam video berdurasi dua menit empat puluh satu detik itu terlihat seorang pria dewasa yang menggantungkan kaki anak laki-laki pada besi jendela kamar. Akibatnya, anak laki-laki tersebut tergantung dengan posisi kepalanya dibawah.

Baca juga: Heboh! Babi Jadi-jadian Ditangkap di Pangandaran

Tak hanya itu, pria tersebut juga beberapa kali menampar pipi sang anak. Mendapat perlakuan seperti itu, anak kecil berkaos biru tersebut hanya bisa menangis.

Sambil terus memukuli, pria itu juga berbicara pada si anak. Namun, tak jelas apa yang diucapkan pria tersebut.

Susanto menuturkan, sejak video kekerasan terhadap ini menyebar luas dan viral, pihaknya langsung mendapat pengaduan dari anggota masyarakat. Pengaduan ini pun segera ditindaklanjuti. KPAI bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk mendalami asal muasal video.

Setelah penyelidikan mendalam dilakukan, diketahui bahwa video tersebut berasal dari Filipina. Pelaku bernama Myraflor Flores Basbas telah diamankan oleh pihak kepolisian setempat pada 27 Desember 2018.

Peristiwa penganiayan tersebut diketahui direkam oleh Myraflor pada tanggal 18 Desember 2018 lalu. Menurut KPAI, Myraflor tega melakukan hal tersebut kepada anaknya setelah bertengkar dengan sang istri.

“Dikarenakan kesal akibat bertengkar dengan istrinya dan berharap setelah di-posting agar istrinya yang kabur dari rumah dapat mengetahuinya,” terang Susanto.