Menohok! Ini Sindiran Tajam Ustaz Malaysia Soal Seventeen dan Bencana Tsunami Selat Sunda


SURATKABAR.ID – Seorang pemuka agama sekaligus pengurus Partai Islam se-Malaysia (PAS) mengunggah video detik-detik saat grup band Tanah Air Seventeen tersapu gelombang tsunami ketika pentas di Kabupaten Pandeglang, Banten melalui media sosial Instagram.

Dalam postingannya tersebut, seperti dilansir laman CNNIndonesia.com, Jumat (28/12/2018) dari Malay Mail, ia menyertakan pernyataan yang dianggap para pengguna media sosial sangat menyudutkan band tersebut. Bahkan warga Negeri Jiran pun mengeluarkan tanggapan negatif.

Adalah Kepala Ulama PAS Negara Bagian Selangor Ustaz Ahmad Dusuki Abdul Rani yang menyinggung soal kematian yang tak bisa diprediksi dan bisa datang kapan pun. Selain itu, ia juga mengajak semua orang untuk menjauhi perbuatan maksiat karena tidak ada yang tahu kapan kematian menjemput.

Selain pernyataan tajam tersebut, Ahmad juga menyertakan tiga nomor rekening bank yang disebutnya digunakan untuk menampung sumbangan warga untuk membangun masjid di Palu, Sulawesi Tengah usai dilanda bencana gempa dan juga tsunami.

Unggahan Ahmad sudah ditonton hingga 41 ribu kali dan mendapatkan lebih dari 1.000 komentar dari netizen. Kebanyakan meninggalkan kecaman terhadap Ahmad. Tak sedikit pula yang mempertanyakan tujuan ia melakukan hal tersebut, apakah memang untuk dakwah atau menyebar kebencian.

Baca Juga: Merinding! Ungkap Hampir Jadi Korban Tsunami, Didi Riyadi Buka-Bukaan dan Akui Hal Ini

Kelihatannya Anda tidak bisa menahan diri. Orang itu (Irgan, vokalis Seventeen) kehilangan istri serta teman-temannya, ratusan orang meninggal. Anda malah terlalu sibuk mengejar popularitas sembari mempromosikan ceramah berbayar. Apakah ini yang Anda maksudkan untuk mengikuti jalan Nabi?” tulis @johnlemmonn.

Ustaz, apakah saya dan rekan-rekan di band termasuk penghuni neraka? Kalau saya menyumbang kepada Anda, apakah kami bisa langsung masuk surga tanpa harus melalui Hari Penghitungan?” komentar @opiyusof.

Pengguna Instagram yang lain mengungkapkan, tidak ada bedanya saat bencana terjadi, apakah yang di atas panggung adalah grup band atau kelompok nasyid. Pasalnya, apabila tsunami datang mereka akan tetap tersapu gelombang.

View this post on Instagram

Bayangkan kematian menyentap saat sedang begini?.. inilah yang terjadi kepada kumpulan rock seventeen yang sedang membuat persembahan pada malam tsunami menyentap!!.. angka kematian bencana tsunami di pantai selat sunda (di antara kepulauan sumatera dan jawa) hgga kini meningkat kpd 150 org serta mencederakan 600 orang. Usahlah melakukan maksiat!!! kerana maksiat itu menarik azab… Bagi yang ingin menyumbang untuk tsunami di Palu bagi pembinaan masjid bolehlah di bank inkan ke akaun MATAN untuk di salurkan ke sana. CIMB MATAN CENTRE 8602618497 MAYBANK MATAN CENTRE 562106669048 BIMB MATAN CENTRE- 12038010119044 (MATAN :Maahad Tahfiz An Nabawi) https://www.billplz.com/MATAN2019

A post shared by Ustaz Ahmad Dusuki (@ustazahmaddusuki) on

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan korban tewas akibat terjangan tsunami Selat Sunda mencapai angka 426 jiwa. Sementara korban luka bertambah menjadi 7.202 orang. Sedang pengungsi akibat tsunami mencapai 40.386 dan korban hilang sebanyak 23 orang.

Riefian ‘Ifan’ Fajarsyah, diberitakan sebelumnya, merupakan satu-satunya anggota grup band Seventeen yang lolos dari maut dalam bencana yang terjadi pada Sabtu (22/12) lalu. Personel lainnya, yakni drummer Windu, gitaris Herman, dan bassis Bani meninggal dalam peristiwa tersebut. Selain itu, Ifan juga harus kehilangan sang istri, Dylan Sahara usai tsunami menyerbu dan memporak-porandakan dataran.