Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Ancaman Gelombang Tinggi 4-6 Meter di Wilayah Ini


SURATKABAR.ID – Ancaman gelombang tinggi masih besar. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini atas ancaman tersebut yang masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, tinggi gelombang bisa mencapai 4-6 meter.

Ketinggian gelombang hingga 6 meter, seperti yang dilansir dari laman Kompas.com pada Jumat (28/12/2018), berpeluang terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa Barat sampai Jawa Timur, Laut Natuna Utara, dan Perairan Utara Kepulauan Natuna.

Hal tersebut disebabkan adanya pola tekanan rendah 1002 hPa, 1003 hPa, dan 1007 hPa di Samudera Pasifik timru Philipina, Laut Arafuru bagian barat, dan juga Laut China Selatan. Ditambah pola angin di wilayah Indonesia yang bergerak dari arah barat daya-barat laut dengan kecepatan antara 5-25 knot.

Disebutkan, kecepatan angin paling tinggi terpantau terjadi di Selat Sunda, Perairan Kepulauan Seribu, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, dan Laut Flores. Perpaduan kondisi tersebut mengakibatkan meningkatnya tinggi gelombang di sejumlah wilayah.

Adapun peringatan dini adanya gelombang tinggi berlaku hingga 31 Desember 2018 sekitar pukul 07.00 WIB.

Baca Juga: Gawat! Gelombang Dahsyat seperti Tsunami Anyer Juga Mengancam Kota Terbesar di Dunia Ini

Untuk tinggi gelombang antara 2,5 meter hingga 4 meter berpeluang terjadi di beberapa wilayah di bawah ini:

1. Selat Sunda bagian selatan

2. Perairan selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumbawa

3. Selat Bali, Selat Lombok, dan Selat Alas bagian selatan

4.Samudera Hindia di selatan Banten

5. Samudera Hindia di selatan Bali hingga Nusa Tenggara Barat (NTB)

6. Perairan Kepulauan Anambas dan bagian selatan Kepulauan Natuna

7. Laut Jawa

8. Perairan sebelah utara Kepulauan Kangean

9. Perairan Kepulauan Sangihe, Talaud

10. Perairan Manado, Bitung

11. Laut Sulawesi sebelah tengah hingga timur

12. Laut Maluku

13. Perairan sebelah utara Kepulauan Halmahera

14. Samudera Pasifik, sebelah utara Halmahera hingga Papua Barat

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini atas potensi terbentuknya gelombang tinggi antara 1,25 meter hingga 2,25 meter di wilayah berikut:

1. Perairan sebelah barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai

2. Perairan Enggang-Bengkulu

3. Perairan sebelah barat Lampung

4. Samudera Hindia Barat Pulau Sumatera

5. Perairan Selatan Pulau Sumba

6. Laut Sawu

7. Perairan Selatan Pulau Rotte, Kupang

8. Selat Sape sebelah selatan

9. Selat Sumba sebelah barat

10. Selat Ombai

11. Laut Timor bagian selatan Nusa Tenggara Timur (NTT)

12. Samudera Hindia bagian selatan Nusa Tenggara Timur (NTT)

13. Laut Natuna

14. Perairan sebelah timur Pulau Bintan hingga Lingga

15. Selat Karimata dan Gelasa

16. Selat Sunda bagian utara

17. Perairan Kalimantan Barat

18. Perairan sebelah selatan Kalimantan

19. Perairan Kotabaru

20. Perairan sebelah utara Pulau Jawa

21. Perairan sebelah barat Sulawesi Selatan

22. Perairan Kepulauan Selayar, Sabalana

23. Laut Flores dan Laut Banda

24. Perairan Kepulauan Baubau, Wakatobi

25. Teluk Bone sebelah selatan

26. Perairan Kepulauan Leti hingga Tanimbar

27. Perairan Kepulauan Kei, Aru

28. Laut Arafuru dan Laut Seram

29. Selat Makassar

30. Laut Sumawesi sebelah barat

31. Perairan utara dan selatan Sulawesi Utara

32. Teluk Tomini

33. Perairan sebelah barat dan timur Kepulauan Halmahera

34. Perairan sebelah utara Papua Barat hingga Papua

35. Samudera Pasifik sebelah utara Papua

Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan risiko tinggi atas keselamatan pelayaran pada beberapa moda transportasi laut, yakni:

1. Perahu nelayan harus waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 15 knot serta tinggi gelombang di atas 1,25 meter

2. Kapal tongkang harus waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 16 knot serta tinggi gelombang di atas 1,5 meter

3. Kapal fery harus waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 21 knot serta tinggi gelombang di atas 2,5 meter

4. Kapal berukuran besar, seperti kargo atau pesiar, harus waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 27 knot serta tinggi gelombang di atas 4 meter.