Reklame PSI Bergambar Tsamara Disegel Pemprov DKI, Ternyata Gara-Gara Ini!


SURATKABAR.ID – Pemprov DKI Jakarta melakukan penyegelan terhadap sejumlah reklame di jalan protokol Ibu Kota. Salah satunya adalah reklame milik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menampilkan foto Ketua DPP PSI Tsamara Amany.

Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata), Benny Agus Chandra mengatakan, penyegelan reklame tersebut karena telah melanggar 3 peraturan yang ada.

“Pertama, dia berada pada daerah kendali ketat. Pada daerah kendali ketat dilarang memasang reklame tiang tumbuh (ini sebagaimana Perda 9/2014),” terang Benny, Jumat (28/12/2018), seperti dikutip dari detik.com.

Selain itu, menurut Benny, reklame tersebut juga tak berizin serta tak membayar pajak. “Kedua, nggak ada izin. Ketiga, nggak bayar pajak. Demikian data yang ada dari kami,” lanjut Benny.

Baca juga: Diminta Promosikan Jokowi, Komunitas Ojol Laporkan Menhub Budi Karya ke Bawaslu

Terkait penyegelan reklame bergambar dirinya, Tsamara memastikan bahwa pemasangannya tak melanggar alias legal.

“Kami kan berurusan dengan vendor. Setahu kami itu legal,” tutur Tsamara memberikan konfirmasi, Jumat (28/12/2018).

Menurut Tsamara, pemasangan reklame tersebut sudah sesuai prosedur. Meski begitu, ia mengaku tak mempermasalahkan penyegelan yang dilakukan Pemprov DKI karena dia taat hukum.

“Jadi pemasangan itu kami lakukan sesuai tata cara dan prosedur yang ada melalui vendor. Intinya, kami lakukan itu secara legal. Jika memang itu melanggar aturan dan harus disegel, sebagai warga negara yang taat hukum, saya tak keberatan. Tapi saya dan PSI ketika memasang itu melakukannya sesuai prosedur yang ada melalui vendor,” tegas Tsamara.

Sebelumnya, ramai diberitakan mengenai penyegelan terhadap reklame Tsamara di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, oleh Pemprov DKI Jakarta. Pada bagian tengah reklame tersebut terlihat tanda segel berwarna oranye dari Pemprov DKI Jakarta.

“Reklame berikut konstruksinya disegel. Akan dibongkar Pemprov DKI Jakarta. Melanggar Perda No 9 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan reklame,” bunyi keterangan pada tanda segel tersebut.