Pada 2015-2018, Total 1 Juta Pekerja Kena PHK


SURATKABAR.IDBerdasarkan data dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), total karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam kurun waktu 2015-2018 telah mencapai hampir 1 juta orang. Tercatat, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk serta PT Holcim Indonesia Tbk telah merumahkan karyawannya.

Seperti dilansir dari reportase CNNIndonesia.com, Jumat (28/12/2018), Ketua KSPI Said Iqbal menilai sektor baja dan semen tak cukup kuat untuk berkompetisi dengan perusahaan asal China. Sehingga tak ayal, beberapa pabrik terpaksa ditutup. Semen dan baja asal China telah membuat penjualan perusahaan dalam negeri jadi merosot.

“Krakatau Steel di Cilegon banyak melakukan PHK terhadap karyawan kontrak karena masuknya pabrik baja China, industri baja di Indonesia kalah karena harga baja China lebih murah,” beber Said pada Rabu (26/12/2018).

Ada pun untuk nominal jual semen hasil olahan pabrik China juga dibanderol dengan harga yang lebih murah ketimbang semen Holcim dan Indocement. Alhasil, perusahaan tak bisa mempertahankan beberapa pabrik mereka.

Selain itu, beberapa pabrik dari PT Smelting Gresik juga telah ditutup sepanjang tahun ini. Namun, Said mengklaim pihaknya masih mengumpulkan data berkenaan penutupan pabrik tersebut. Ini juga termasuk menyoal jumlah pekerja yang terkena PHK.

Baca juga: Karena Sebut Indonesia Miskin, Kubu Jokowi Minta Prabowo Tolak Sumbangan Kampanye

“Beberapa pabrik PT Smelting Gresik di Bekasi sama Tangerang itu hampir ratusan ribu karyawan,” tukas Said.

Lebih lanjut,, penutupan pabrik dari perusahaan elektronik seperti Panasonic dan Toshiba juga menyebabkan karyawannya kehilangan pekerjaan. Belum lagi, penutupan toko ritel Giant juga menambah jumlah pegawai yang dirumahkan tahun 2018 ini.

“Bisa lihat kalau ditotal mungkin ada 19 cabang Giant tutup misalnya di Lampung, Medan, dan lain-lain,” sambung Said.

Kilas balik pada 2015 lalu, jumlah pegawai yang terkena PHK ialah sebanyak 50 ribu orang. Mereka kebanyakan bekerja di perusahaan berbasis tekstil, serta makanan dan minuman (mamin).

Selanjutnya, PHK pada 2016 dan 2017 terjadi di industri keramik, ritel, pertambangan dan farmasi kesehatan.

Wartawan telah mencoba menghubungi Direktur Utama Indocement Tunggal Prakasa, Christian Kartawijaya dan Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim melalui pesan singkat dan telepon. Namun sayang, hingga berita ini dimuat, keduanya belum merespons pernyataan dari KSPI.