Puluhan Santri Selamat dari Tsunami Banten, Hal Menakjubkan Terjadi Saat Air Laut Menghantam


SURATKABAR.ID – Sebuah keajaiban terjadi dibalik tsunami Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung, Sabtu (22/12/2018) malam.

Tak ada yang menyangka, malam itu bencana besar akan datang dan menelan ribuan korban. Namun, rombongan dari SMA Islam Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Serang Banten selamat dari bencana mengerikan tersebut.

Sebanyak 55 santri yang terdiri dari 30 perempuan dan 25 laki-laki menyaksikan langsung kedahsyatan air laut yang meluluhlantakkan pemukiman dan hotel di sekitar pantai.

Salah satu guru, Ai Nuraeni mengisahkan, saat itu dari lantai dua villa tempat mereka menginap, anak Gunung Krakatau terlihat menyemburkan api dan lahar. Suara gemuruh pun mengejutkan mereka.

“Baru selesai hafalan setoran tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Awalnya dipikir hujan tapi ternyata enggak ada airnya, tiba-tiba dari belakang yang dekat ke pantai itu santri putra lari-lari (teriak) itu air, itu ada air. Kita sempat panik itu air apa,” ujar Ai, seperti dikutip dari republika.co.id, Rabu (26/12/2018).

Baca juga: Tsunami Banten-Lampung Telan Ribuan Korban, Fahri Salahkan Jokowi Gara-Gara Ini

Air tersebut langsung menghantam pagar pembatas villa dan langsung surut begitu saja. Rombongan pun memutuskan berkumpul di mushala villa.

“Akhirnya kita kumpulkan saja semuanya di mushala. Kita instruksikan mereka untuk menggunakan pakaian lengkap, minimal kita siap lari,” lanjutnya.

Alquran menjadi pegangan

Setelah air surut, suasana pun kembali hening. Mereka memutuskan untuk mengaji dan melanjutkan tilawah yang sempat tertunda. Menurut Ai, saat itu para santri begitu tenang. Sejumlah santri juga wudhu dan salat taubat dengan tenangnya.

“Sesuatu yang mengharukan saya, terutama sikap anak-anak ketika terjadi bencana seperti itu, kita instruksikan, kita sekarang evakuasi, silakan bawa barang yang dianggap penting. Dan mereka langsung yang tercetus itu ya Alquran,” ujar Ai.

Pengelola hotel mengabarkan bahwa sejumlah masyarakat telah mengungsi. Pembina pun sempat berdiskusi dan melihat sekitar. Mereka juga terkejut dengan lingkungan sekitar villa yang hancur dan akhirnya memutuskan ikut mengungsi.

Karantina sebelum ke Turki

Rombongan santri ini ternyata telah sebulan terakhir berada di villa, yakni sejak 18 November 2018. Rencananya, mereka akan dikarantina hingga 18 Januari 2019 dan berangkat ke Turki pada 23 Januari 2018.

“Mereka adalah santri kelas 10 SMA Islam Nurul Fikri Boarding School, Serang, Banten yang mengikuti program International Education Progarm (IEP). Mereka melakukan hapalan Alquran 30 juz. Mereka adalah santri yang akan ke Turki untuk menghapal Alquran dan pengambilan sanad,” terang salah satu guru bernama Andriono.