Berulangkali Digrebek Polisi Saat Konser, Begini Sindiran Tajam Eros Sheila on 7


SURATKABAR.ID – Sheila on 7 (So7) tengah jadi topik pembicaraan hangat di media sosial. Hal ini bermula dari beredarnya video penghentian konser band tersebut oleh pihak kepolisian.

Insiden tak menyenangkan ini terjadi di Kompleks Stadion Mandala Krida, Kota Jogjakarta, Sabtu (22/12/2018) malam. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah aparat kepolisian yang naik ke atas panggung.

Mereka meminta Duta dkk untuk segera turun dari panggung, padahal saat itu Eros dan Duta tengah membawakan lagu Shepia. Peristiwa ini pun ditanggapi dengan sindiran tajam namun bercanda oleh Eros.

“Mungkin sudah hobi,” ujar gitaris sekaligus pencipta sejumlah lagu So7 ini, seperti dikutip dari jawapos.com, Rabu (26/12/2018).

Baca juga:¬†Ingat Pelantun Lagu ‘Kebelet Pipis’ Ini? Dulu Imut, Kini Ganteng dan Bikin Meleleh

Sebelumnya, insiden serupa pernah terjadi pada tahun 2014. Kala itu, So7 juga diusir dari panggung oleh sejumlah polisi saat konser masih berlangsung.

Terkait hal ini, Kapolresta Jogjakarta Kombes Pol Armaini mengaku tak mengetahui penghentian konser So7 di tahun 2014.

“Kalau 2014, saya nggak tahu. Tapi kalau di Mandala Krida, petugas kami memberitahu izin keramaian sudah selesai,” terang Armaini, Rabu (26/12/2018).

Ia pun menegaskan bahwa polisi bukan menghantikan paksa konser tersebut. “ukan menghentikan paksa. Tapi kami memberitahu izin kegiatan sudah melebihi jam. Kalau menghentikan paksa kan tidak ada izinnya. Tapi ini ada izin,” imbuhnya.

Menurut Armaini, So7 sebenarnya merupakan grup band yang wajar dan normal. Para penggemar mereka pun mayoritas berkelakuan baik saat menonton konser. Namun, polisi terpaksa menghentikan konser karena izin keramaian sudah habis.

“Penggemarnya itu baik-baik juga. Cuma latar belakang sudah melebihi jam yang diizinkan. Sheila kan juga band dari Jogja, to,” kata Armaini.

Menurut Armaini, di Jogja keramaian dibatasi hingga pukul 23.00 WIB. Jika dibiarkan melebihi waktu tersebut, dikhawatirkan akan mengganggu ketertiban umum.

“Nggak mungkin juga izin keramaian sampai pukul 01.00 WIB, akan menggangu ketertiban umum juga,” lanjutnya.