Jokowi: Kalau Ulama yang Kena Kasus Hukum Jangan Ditarik-Tarik ke Saya


SURATKABAR.ID – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) buka-bukaan mengaku masih diserang isu miring dan fitnah. Salah satu hoaks yang masih gencar menggempurnya adalah pemerintahan yang tetap kerap disebut-sebut anti-ulama.

Jokowi, seperti yang dilansir dari laman Liputan6.com, pada Sabtu (22/12/2018), mengungkapkan hal tersebut di hadapan ratusan relawannya. Ia menyayangkan isu seperti itu masih saja luas beredar luas, terlebih di media sosial. Belum lagi dikaitkan dengan kriminalisasi ulama.

“Kalau ada misalnya ini ulama yang terkena kasus hukum, ya sudah menjadi wilayah hukum. Jangan ditarik-tarik ke saya. Itu urusannya wilayah hukum ya kalau ada kasusnya ya mesti diselesaikan di wilayah hukum, kan,” ujar Jokowi di Hotel Clarro, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (22/12).

Padahal faktanya, seperti ditegaskan Jokowi, dirinya malah memilih calon wakil presiden yang berasal dari kalangan ulama untuk mendampinginya maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Lalu terkait Hari Santri yang memutuskan adalah pemerintahannya.

“Kemudian Hari Santri yang memutuskan dengan surat Keputusan Presiden itu juga kita di 2014, 22 Oktober 2014. Ini kok dibolak-balik. Ini memang enggak ngerti bolak-balik tapi ini enggak ada yang jawab,” tutur Jokowi.

Baca Juga: Disebut Hambat Elektabilitas Jokowi, Ma’ruf Amin: Sudah Kelihatan Keseluruhan Menang, Tinggal…

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengaku merasa jengah lantaran terus-menerus dituding sebagai aktivis PKI. Ia menyayangkan bahwa masih banyak masyarakat yang dengan begitu mudahnya mempercayai isu tersebut.

Dilansir dari Detik.com pada Jumat (23/11/2018), Jokowi mengatakan bahwa berbagai kelompok menggunakan kesempatan untuk menyebar fitnah di setiap tahun politik datang. Hal itu ia sampaikan ketika membagikan sertifikat tanah di Lampung Tengah, Lampung.

“Saya kadang sedih kalau sudah masuk tahun politik isinya fitnah, kabar bohong, saling hujat. Coba lihat di medsos, Presiden Jokowi itu PKI. Fitnah seperti itu. PKI dibubarkan 1965-1966. Lahir saya tahun 1961. Berarti umur saya baru 4 tahun, la kok bisa diisukan Presiden Jokowi aktivis PKI,” ujar Jokowi, Jumat (23/11).