Caleg Cantik Kuningan Pengedar Sabu Maju Pileg dari PKB, Daniel Johan: Tidak Menyangka


SURATKABAR.ID – RK (31), calon legislatif (caleg) berparas cantik ditangkap lantaran kedapatan menjadi pengedar sabu. RK sendiri diketahui merupakan caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang baru terjun ke bisnis haram sebagai bandar sabu.

RK, berdasarkan informasi dari website resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan, diwartakan oleh Detik.com pada Sabtu (22/12/2018), masuk dalam Daftar Calon Tetap (DTC) DPRD dari Dapil 3 Kuningan. Ia merupakan caleg PKB yang berasal dari daerah Lebakwangi.

Dalam foto pada DCT, tampak RK mengenakan pakaian berwarna putih dengan jilbab hijau, warna khas PKB. Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKB Daniel Johan terang-terangan mengaku pihaknya tak menyangka calegnya menyambi sebagai kurir narkoba.

“Iya, kami semua kaget dan tidak menyangka. Padahal waktu fit and proper test semuanya terlihat baik,” ujar Daniel Johan ketika dihubungi untuk dimintai konfirmasi lebih lanjut terkait calegnya yang terjerat hukum, Sabtu (22/12).

Baca Juga: Miris! Perempuan Caleg DPRD Nyambi Jadi Pengedar Sabu, Hasilnya Diduga untuk Biayai Kampanye

Sebelumnya, RK ditangkap pihak kepolisian di pintu Tol Ciperna, Cirebon, Jawa Barat. Ketika diamankan polisi di dalam mobilnya, RK tengah bersama seorang pria berinisial Y. Dan menurut hasil pemeriksaan sementara, Y sudah sebanyak delapan kali melakukan transaksi sabu-sabu dengan RK.

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto mengungkapkan, setiap kali melakukan transaksi sabu seberat 1 gram, RK bisa mengantongi keuntungan hingga Rp 300 ribu. Suhermanto mengatakan keuntungan yang diperoleh RK dari bisnis tersebut dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Berdasarkan penelusuran polisi, RK beroperasi di Wilayah 3 Cirebon, yakni Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Kuningan. Kiprah RK sebagai pengedar sabu bisa dibilang baru. Polisi terus menelusuri pemasok sabu caleg cantik tersebut.

“Dari pengakuan RK, keuntungannya itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,” ungkap Suhermanto. “Menurut pengakuannya, sudah sekitar enam bukan (jadi pengedar sabu),” imbuh Suhermanto lebih lanjut.