Penuturan Cancer Survivor, Kena Kanker karena Biasa Makan Mie Instan


SURATKABAR.ID – Seorang wanita penyintas kanker (cancer survivor) bernama Susie Yasin (70 tahun) mengaku tak menyangka kebiasaan makan mie instan akan membuatnya terkena kanker. Tak banyak yang menyadari, zat yang terdapat dalam mie instan bersifat karsinogenik yang memicu kanker. Seperti apa kisahnya? Berikut penuturannya.

“Saya ini bolak-balik sakit maag sejak duduk di bangku SMA pada tahun 1967. Saya biasanya muntah-muntah. Tapi, maag saya semakin parah di tahun 2016. Setelah didiagnosis oleh dokter, ternyata saya terkena kanker stadium 2 yang mendekati 3.2 B,” kisah Susie saat ditemui dalam acara Cancer Information and Support Center (CISC) di Jakarta, Kamis (20/12/2018). Demikian melansir laporan Republika.co.id, Sabtu (22/12/2018).

Ia melanjutkan, saat itu pada tahun 1973, mie instan sedang booming. Menurut pengakuannya, intensitasnya mengonsumsi mi instan meningkat sejak ia menikah di tahun 1975.

“Saya makan mie instan itu bisa empat kali dalam sebulan. Dan saya ini juga suka pedas. Jadi, makan mie instan ditambahkan potongan cabai,” ungkap Susie kemudian.

Ia mengatakan, dua tahun lalu, tepatnya Juli 2016, dirinya menjalankan terapi.

Baca juga: Heboh Para Dokter Ciptakan Es Krim Ganja Khusus Bagi Penderita Kanker

“Begitu ditemukan kelainan dalam usus saya, langsung dioperasi oleh dokter. Setelah itu, saya melakukan kemo yang dimulai dari Agustus tahun 2016 hingga Januari tahun 2017. Total proses cure itu adalah enam kali kemoterapi. Dan Ca (cancer) marker atau penanda kanker saya yang tadinya 2 lebih sekarang menjadi 1,3 lebih,” imbuh Susie.

Jika ca marker atau penanda kanker semakin rendah, maka itu semakin baik. Bahkan, jika angkanya mendekati nol berarti kankernya sudah tidak terdeteksi lagi. Maka, pengobatan yang dilakukan itu efektif.

“Saat ini saya lebih banyak mengonsumsi protein hewani dari ikan karena saya penyuka ikan. Selain itu, saya juga makan tahu dan tempe. Saya juga banyak mengonsumsi makanan yang dengan kandungan antioksidan tinggi,” ujarnya, mengutip Republika.co.id.

Sementara itu, Dokter Spesialis Bedah dan Ahli Kanker Saluran Cerna RS Kanker Dharmais dr. Fajar Firsyada, Sp.B-KBD menguraikan bahwa baru-baru ini dirinya mendapatkan kasus kanker lambung stadium 4 pada pasieun anak yang berusia 13 tahun.

“Dalam dua tahun terakhir ini, pasien tidak mau makan bila tidak makan mie instan. Pasien juga tidak ada riwayat kanker dari keluarganya. Begitu ditanya pola makan, ternyata makanan tersebut menjadi penyebabnya,” tukas dr. Fajar saat dijumpai dalam acara Cancer Information and Support Center (CISC) di Jakarta, Kamis kemarin.

Ia menguraikan, sel normal dapat berubah menjadi sel kanker itu karena sel itu mengalami kontak dengan bahan asing yang bersifat karsinogenik, atau memicu sel kanker dalam tempo yang lama dan jumlah yang besar.

“Makan mie instan itu bukan perkara barangnya, tapi pada zat yang berkumpul di lambung. Zat yang bersifat karsinogenik itulah yang memicu kanker dan perubahan sel. Jadi, sangat disarankan tidak terlalu sering mengonsumsi mie. Apalagi, sekarang ini mie dibuat versi besar,” beber dr. Fajar.

Dr. Fajar menandaskan, bukan berarti mengonsumsi mie instan itu membuat kanker. Namun berdasarkan hasil penelitian, makanan yang diawetkan dalam waktu yang lama meningkatkan risiko terjadinya kanker di saluran cerna dari lambung hingga usus.