Ditanya Lebih Nyaman Jadi Wapres SBY atau Jokowi, Tak Disangka Jusuf Kalla Bilang Begini


SURATKABAR.ID – Jusuf Kalla (JK) telah dua kali menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Pertama, ia mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada periode 2004-2009.

Kemudian, JK kembali mengemban amanah sebagai Wakil Presiden periode 2014-2019 setelah terpilih bersama Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2014.

Dua kali menjadi wakil presiden tentu jadi pengalaman tersendiri bagi JK. Apalagi, yang didampinginya adalah dua orang yang berbeda. Ia pun ditanya soal ini dalam wawancara bersama Budiman Tanuredjo di acara Satu Meja The Forum yang tayang di Kompas TV, Rabu (19/12/2018) malam.

JK ditanya lebih nyaman mendampingi SBY atau Jokowi saat menjabat sebagai wakil presiden. Tak disangka, menurut JK sama saja, yang berbeda hanyalah gaya kepemimpinan SBY dan Jokowi.

“Sama saja. Pada zaman Pak SBY saya lebih banyak berbicara atau menangani masalah-masalah ekonomi. Rapatnya tidak terlalu banyak. Sekarang masalah politik, ekonomi, sosial itu dirapatkan. Sehingga saya ingin sekali lagi katakan, itu keputusan bersama,” tuturnya, seperti dikutip dari tribunnews.com, Kamis (20/12/2018).

Baca juga: Soal RI Bisa Punah, BPN Prabowo Sebut Itu Mirip Gaya Pidato Bung Karno Muda

Menurut JK, selama menjadi wakil presiden di era kepemimpinan Jokowi, hampir semua keputusan dirapatkan terlebih dahulu, sehinga menjadi keputusan bersama. JK juga mengaku selalu ikut dalam rapat kabinet untuk memutuskan persoalan bersama-sama.

Bahkan, jika ia menggelar rapat bersama menteri, hasilnya akan disampaikan pada Jokowi kemudian diputuskan bersama dalam sebuah rapat besar. “Saya dengan Pak Jokowi selalu ikut rapat itu. Rapat di tempat saya juga ada. Tapi hasilnya juga saya sampaikan kepada Presiden,” akunya.

Dengan adanya rapat-rapat tersebut, menurut JK, seluruh keputusan menjadi keputusan bersama. “Sehingga kami tidak beda pandangan pada suatu soal karena sudah diputuskan secara kebersamaan,” lanjutnya.

Sementara itu, ketika ditanya soal rencananya setelah jabatan sebagai Wakil Presiden Ri berakhir, JK mengaku akan menjalani aktivitas yang pernah dilakoninya dulu. Ia juga berencana menjadi pembicara di luar negeri.

“Seperti waktu saya berhenti tahun 2009. Selama lima tahun, saya aktif di masalah sosial, pendidikan, keagamaan, urus masjid, urus palang merah, pendidikan, diundang ceramah kemana-mana,” katanya.