Sadis! Biarkan Pitbullnya Terkam Satpam Sampai Dapat 22 Jahitan, Si Pemilik Sempat Katakan Ini Saat Kejadian


    SURATKABAR.ID – Suhermawan, seorang satpam yang bekerja di kompleks kawasan Gunung Sahari Utara, Sawah besar, Jakarta Pusat, mengaku masih trauma usai diserang dan diterkam anjing jenis Pitbull pada Kamis (13/12) lalu.

    Suhermawan, seperti yang dilansir Grid.ID dari laman Kompas.com pada Rabu (19/12/2018), mengatakan sebelum peristiwa mengerikan tersebut, dirinya sempat terlibat perselisihan dengan sang pemilik anjing.

    Kejadian berawal ketika Suhermawan tengah menyiram bunga di kompleks perumahan tempatnya bekerja. Ia mendapati Andry Ho membawa anjingnya jalan-jalan tanpa menggunakan tali pengikat. Ia pun langsung menegur si pemilik anjing karena tindakannya bisa membahayakan warga sekitar.

    “Saya melihat ada warga lain bawa anjing dan sampai di pos tidak memakai ikatan anjing. Setelah itu saya imbau, menegurnya. ‘Kok enggak diikat? Kalau di sini diikat, lah, Bos, anjingnya. Karena banyak yang berolahraga pagi-pagi, banyak anak kecil,” ujarnya, seperti dikutip Grid.ID dari Kompas.

    Akan tetapi, niatan baik Suhermawan justru mendapatkan sambutan negatif dari sang empunya Pitbull tersebut. Andry berdalih anjingnya sudah sangat patuh padanya, sehingga mustahil anjingnya itu mencelakai orang lain.

    Baca Juga: Tragis! Kewalahan Penuhi Hasrat Suami Berusia 73 Tahun, seorang Wanita Harus Terima Ganjaran Tak Terduga Ini

    Mendengar alasan tersebut, Suhermawan lantas meminta Andry segera meninggalkan lokasi. Namun si pemilik anjing itu malah mendorong Suhermawan dan kemudian memanggil anjingnya. Keduanya sampai terlibat adu mulut, sementara Andry kembali mendorong Suhermawan.

    Lantaran tak terima dengan perlakuan Andry yang dianggap tidak sopan, Suhermawan pun mengambil tindakan. Ia balas mendorong Andry yang akhirnya membuat anjing Pitbullnya menyerang Suhermawan secara tiba-tiba hingga menderita luka gigitan di 21 titik tubuhnya.

    Ada momen mengerikan yang dialami Suhermawan ketika diterkam anjing Andry. Ia mengungkapkan setidaknya ada selama 5 hingga 10 menit ia diserang tanpa bisa melawan. Meski sudah meminta pertolongan, Andry justru terkesan cuek membiarkan anjingnya menyerang Suhermawan.

    “Dibiarin saya digigit-gigit, ada kali 10 menit. Terus dia bilang, ‘Minta maaf dulu. Baru gue tolong’, kata dia begitu. Sambil digigit-gigit, akhirnya saya minta maaf dan dia (Andry) baru nolong,” tuturnya ditemui di Markas Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (18/12), dikutip dari Jawapos.com.

    Selain itu, Suhermawan menyebutkan bahwa Andry sudah memberikan pertolongan, namun ia merasa pemilik anjing tersebut tak ikhlas menolongnya. “Bukannya megang anjingnya, dia malah nindih saya. Jadi kuping saya digigit-gigit,” imbuh satpam malang tersebut.

    Awalnya ia tidak berencana melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi. Namun lantaran jumlah ganti rugi yang diberikan Andry sangat tidak sesuai dengan luka yang dialaminya, Suhermawan lantas memutuskan melapor ke Polres Metro Jakarta Pusat, pada Selasa (18/12) siang.

    Datang bersama istrinya, Eva dan didampingi Azam Khan selaku kuasa hukumnya, diketahui Suhermawan dan Andry sudah membuat perjanjian damai. Dalam surat tersebut tercantum bahwa Andry bersedia bertanggung jawab atas biaya pengobatan, operasi hingga penyembuhan korban.

    “Tapi tidak ada nominal disebutkan di surat itu. Hanya ada bersedia bertanggung jawab saja dan pihak kesatu (Eva) agar bersedia untuk tidak melanjutkan perkara tersebut ke polisi, karena telah diselesaikan secara kekeluargaan,” jelas Azam.

    Namun rupanya Andry hanya memberikan uang sebesar Rp 100 ribu yang diserahkan kepada Eva sebagai biaya awal perawatan pada Jumat (14/12), di mana saat itu Suhermawan mendapatkan perawatan di RS Mitra Keluarga.

    “Coba bayangin, korban hanya diberikan uang Rp 100 ribu saja. Padahal ada 22 luka gigitan di sekujur tubuh. Perawatannya harus pakai dua suntikan anti-infeksi dan anti-rabies. Apakah itu pantas?” seloroh Azam lebih lanjut.

    Eva sempat menagih uang pada Andry sebesar Rp 2,7 juta untuk biaya operasi sang suami. Namun ketika mendatangi kediaman Andry, ia hanya menerima Rp 800 ribu. “Katanya sisanya Jumat pekan ini. Tapi ini saya sudah habis uang banyak, karena enggak ada uang lagi. Tapi saya WA enggak dibalas-balas,” tuturnya.