Duduk Perkara Penahanan Bahar Bin Smith yang Kena Pasal Berlapis


SURATKABAR.ID – Dai Muhammad Bahar bin Smith telah resmi ditahan Kepolisian Daerah Jawa Barat atas sangkaan penganiayaan terhadap dua orang remaja. Mereka berinisial CAJ yang baru berusia 18 tahun, dan MKU, usia 17 tahun. Bahar bin Smith menjadi satu dari enam tersangka dalam kasus penganiayaan tersebut.

“Kami tetapkan lima tersangka, BA, AG, HA, HDI, SG kemudian ditambah tersangka BS, sudah dilakukan penahanan di Polda Jabar untuk menjalani proses hukum,” papar Kepala Polda Jawa Barat, Inspektur Jendral Agung Budi Maryoto di Markas Polda Jawa Barat di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Selasa (18/12/2018). Demikian sebagaimana dilansir dari laporan Teras.ID, Rabu (19/12/2018).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bahar bin Smith melakukan tindak kekerasan karena korban mengaku-ngaku sebagai dirinya saat berkunjung ke Seminyak, Bali, pada Senin (26/12/2018).

Kedua korban lantas dijemput paksa orang suruhan Bahar bin Smith di rumahnya masing-masing. Dengan menggunakan dua kendaraan roda empat pada Sabtu (01/12/2018), penjemputan paksa tersebut dilakukan. CAJ dan MKU kemudian dibawa menuju Pondok Pesantren Tajul Alawiyin milik Bahar bin Smith di Kemang, Bogor.

Orang tua dari CAJ sempat menghalangi orang suruhan Bahar bin Smith saat hendak membawa putranya tersebut. Tapi akhirnya orang tuanya pun dibawa juga bersama CAJ.

Baca juga: Saran Yusril Agar Jokowi Memaafkan Habib Bahar bin Smith Ditolak PDIP

Disebutkan pula bahwa penganiayaan itu dilakukan Bahar bin Smith di belakang pesantren. Dalam gambar hasil tangkapan layar dari video lengkap yang dimiliki tim penyidik Polda Jabar, tampak Dai tersangka penghina Presiden RI Jokowi itu mengenakan baju putih juga bersarung. Sementara CAJ berbaju gamis coklat terang.

Sekilas, dalam gambar-gambar tersebut, CAJ memang mirip dengan Bahar bin Smith. Bahkan, warna rambut CAJ pun sama dicat berwarna kuning emas layaknya Bahar bin Smith.

“Setelah penganiayaan yang bersangkutan disuruh berkelahi kemudian dianiaya lagi sampai tengah malam dan kedua orang tuanya tidak menerima dan dilaporkan ke Polresta Bogor,” ungkap pihak kepolisian.

Dikenai Pasal Berlapis dan Maksimal Kurungan 12 Tahun

Akibat tindak kekerasannya tersebut, Bahar bin Smith dijerat pasal berlapis dengan maksimal kurungan selama 12 tahun. Bahar disangka melakukan kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap orang, dan atau penganiayaan, atau merampas kemerdekaan orang, atau melakukan kekerasan terhadap anak—mengingat korban masih usia anak remaja.

Pasal-pasal yang dikenakan terhadap tersangka Bahar bin Smith ialah Pasal 170 KUHP, atau Pasal 351 KUHP, atau Pasal 80 UU nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Menurut keterangan dari Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, Bahar ditahan di rumah tahanan negara, di Direktorat Reserse Umum Polda Jawa Barat selama 20 hari, menukil reportase Tempo.co.

Penahanan terhitung dimulai dari Selasa (18/12/2018) hingga (06/01/2019) mendatang. Penahanan dilakukan lantaran dikhawatirkan Bahar melarikan diri, merusak, serta menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya.