Demi Ambil Rapor, Pak Polisi Gendong Bocah SD Seberangi Banjir Jalur Kaligawe


SURATKABAR.ID – Genangan bencana banjir yang terjadi di jalur pantura Kaligawe Semarang, Jawa Tengah menjadi semakin parah dan tak terbendung. Karena air naik cukup tinggi (setinggi lutut orang dewasa), seorang siswa perempuan yang hendak mengambil rapor ke sekolah sampai harus digendong polisi untuk menyeberang agar pakaian seragam sekolah dasarnya itu tak kebasahan.

“Tadi ketika pengaturan lalu lintas, melihat anak kecil yang kebingungan menyeberang, Dia maju mundur melihat genangan banjir setinggi 60 sentimeter. Setelah melepas sepatu, ternyata kalau dia nekat menyeberang seragamnya bakal basah kuyup,” beber Kapolsek Genuk, Kompol Zaenul Arifin, Senin (17/12/2018). Demikian mengutip laporan OkeZone.com, Selasa (18/12/2018).

Pak Polisi itu pun langsung bergegas menghampiri si bocah dan menawarkan bantuan menggendong agar bisa menyeberang. Dengan malu-malu, bocah perempuan itu akhirnya mengangguk. Tangan mungilnya segera menggapai pundak Pak Polisi. Sementara tubuhnya menempel erat di gendongan punggung sang polisi.

“Ya namanya pelayan masyarakat, ketika ada yang membutuhkan maka kita sebisa mungkin membantu. Apalagi ini anak-anak yang hendak ke sekolah. Katanya mau ambil rapor. Kasihan kalau sampai pakaian dan tasnya basah semua,” ungkap Zaenul.

Diketahui, para pengguna jalan sangat mengeluhkan banjir yang melanda jalur Pantura Kaliagawe tersebut. Pasalnya, genangan air setinggi lebih dari 50 sentimeter itu menimbulkan kekhawatiran sendiri bagi para pengemudi kendaraan yang melintas. Banyak sepeda motor dan mobil pribadi yang jadi mogok akibat mesinnya kemasukan air.

Baca juga: Ada Siklon Tropis Kenanga, BMKG Peringatkan Warga Waspadai Hujan& Angin Kencang

“Kita lakukan pengaturan lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan. Selain itu juga banyak lubang-lubang jalan sehingga membahayakan pengendara yang tidak mengetahui titiknya. Bakal terperosok jatuh. Makanya kita imbau seluruh pengguna jalan untuk hati-hati,” tandas Zaenul kemudian.

Banyak yang Mogok

Sementara itu, sejumlah kendaraan bermotor mogok akibat terjebak banjir di jalur Pantura Kaligawe, Semarang, Jawa Tengah. Mereka yang tidak mengetahui jalur alternatif, terpaksa nekat menerobos banjir setinggi 50-60 centimeter (cm).

Polantas yang sedang bertugas pun direpotkan lantaran harus membantu mendorong kendaraan mereka yang mogok. Tak hanya mobil, kendaraan roda dua juga mengalami nasib serupa. Banyak motor yang mesinnya mendadak mati akibat terendam air.

“Anggota polisi membantu kendaraan mobil maupun sepeda motor yang mati mesin atau mogok karena kedalaman air cukup tinggi. Banyak kendaraan mogok,” ungkap Kanit Lantas Polsek Genuk, AKP Subroto, Minggu (16/12/2018).

Polisi segera bantu mendorong kendaraan yang mogok ke tepi jalan agar tak memperparah kemacetan lalu lintas. Tak jarang polisi ikut kembali mendorong sepeda motor, lantaran pengendaranya sudah kelelahan menyusuri menerjang banjir.

“Untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas, polisi melakukan rekayasa dengan mengalihkan mobil-mobil pribadi dari arah Demak menuju Jalan Wolter Monginsidi. Sementara, kendaraan dari arah Semarang diarahkan masuk ke Tol Kaligawe hingga pintu keluar Gayamsari,” terangnya kemudian.

Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang dan sekitarnya pada Sabtu (15/12/2018) kemarin hingga malam menyebabkan genangan banjir semakin tinggi. Titik banjir terparah berada di kawasan bekas Kantor Kecamatan Genuk, yang mencapai hingga 50-60 centimeter.