Klaim Tak Perlu Upaya Khusus Tarik Ahoker, Ma’ruf Amin: Mereka Sadar Lebih Baik Saya


SURATKABAR.ID – Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin menegaskan keputusan Joko Widodo (Jokowi) yang menunjuk dirinya sebagai pendamping dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tak membuat pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lari.

“Enggak. Mungkin mereka kaget saja. Kok, memilih Kiai Ma’ruf Amin?” ujar pria yang masih menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut ketika diwawancarai di kediamannya pada Jumat dua pekan lalu, seperti yang dikutip dari Tempo.co, Senin (17/12/2018).

Menurut Ma’ruf, usai diberikan pengertian, kelompok pendukung Ahok pun akhirnya bisa memahami posisi dirinya ketika mengeluarkan Fatwa MUI yang kemudian menyulut demo besar pada tanggal 2 Desember 2016 silam, yang berakhir pada pemidanaan Ahok.

“Mereka (pendukung Ahok) sadar, lebih baik dengan saya daripada kelompok garis keras,” tutur Ma’ruf.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Eriko Sotarduga mengungkapkan bahwa perlu pendekatan khusus untuk menggandeng kelompok pendukung Ahok. Ia juga menyatakan turut mendekati sejumlah pentolan Ahoker.

Baca Juga: Ditanya Perihal Ahok, Ma’ruf Amin: Sudah Mendukung

“Mereka unik. Kelompoknya kecil, tapi solid,” ujar Eriko, seperti yang dilansir dari Majalah Tempo edisi 15-21 Oktober lalu.

Niatan untuk mendekati pendukung Ahok juga disampaikan oleh Ma’ruf kepada dua pentolan kelompok pendukung, Mohamad Guntur Romli dan istrinya, Nong Darol Mahmada.

Ketika berkunjung ke ruang kerja Ma’ruf di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berselang beberapa hari usai deklarasi calon presiden dan wakil presiden, Guntur mengungkapkan dirinya diminta Ma’ruf untuk membantu memenangkannya.

“Pak Ma’ruf meminta kami menjelaskan soal keputusannya di masa lampau yang menyangkut Ahok, yaitu keputusan itu merupakan sikap lembaga, bukan individu,” ungkap Guntur.

Guntur mengaku memenuhi permintaan tersebut dengan bergerak mendekati Ahoker. Ia mengklaim para pendukung Ahok pada akhirnya dengan legawa menerima pencalonan Ma’ruf. “Pendukung Ahok dan Jokowi itu satu,” tegasnya.

Adapun upaya mendekati Ahoker juga dilakukan kubu Jokowi melalui mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Djarot menemui Ahok yang masih ditahan di rumah pesakitan di Markas Komandi Brigade Mobil Depok.

Djarot mengaku menjelaskan terkait penunjukan Ma’ruf Amin kepada Ahok. Dan menurut Djarot, Ahok sama sekali tidak mempermasalahkan pencalonan bekas seterunya tersebut. “Beliau sudah katakan, siapa pun yang diambil Pak Jokowi (sebagai cawapres), beliau pasti mendukung,” jelas Djarot ditemui di Posko Cemara, Jakarta, Selasa (16/10) lalu.

Sementara itu, Ma’ruf Amin ketika ditanyai soal Ahok, mengklaim bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu dipastikan mendukung kubu petahana dalam Pilpres 2019. “Sudah mendukung, hahaha,” kata Ma’ruf, Jumat dua pekan lalu.

Ma’ruf Amin menyebutkan bahwa urusan Fatwa MUI dengan Ahok sudah rampung. Menurutnya, mustahil Ahok keluar dari barisan pendukung Jokowi. “Kan saya bilang, kalau tidak mau pilih saya, pilih Pak Jokowi. Begitu juga kalau tidak mau pilih Pak Jokowi, ya pilih saya. Gampang. Beda pilihan enggak masalah,” ujarnya sembari tertawa.