Arkeolog Ungkap Penggalian Makam Kuno Berusia 4.400 Tahun di Saqqara


SURATKABAR.ID – Temuan sebuah makam berusia 4.400 tahun di Mesir kembali menarik perhatian publik. Para arkeolog kembali menemukan makam kuno itu dalam kondisi yang terpelihara dengan baik di wilayah selatan Kairo. Makam pribadi milik seorang pendeta agung, Wahtye itu dihiasi dengan banyak tulisan hieroglif dan patung-patung.

Laman Daily Mail terbitan Minggu (16/12/2018) menyebutkan, pendeta agung Wahtye mengabdi selama pemerintahan dinasti kelima Raja Neferirkare. Makam tersebut digali dari sebuah pemakaman kuno Saqqara, di selatan ibukota Kairo.

Mengutip reportase SindoNews.com, Senin (17/12/2018), para pakar yakin akan menemukan lebih banyak benda dan lainnya lagi saat para arkeolog melanjutkan penggalian di lokasi itu lebih dalam lagi. Rencananya, penggalian masih akan terus dilakukan selama beberapa bulan mendatang. Makam itu ditemukan di punggung bukit yang terkubur di pemakaman kuno Saqqara.

“Makam itu tak disentuh dan tak dijarah. Temuan ini salah satu dari sejenis dalam beberapa dekade terakhir,” ungkap Mostafa Waziri, sekretaris jenderal Dewan Tertinggi Antik Mesir, pada Kantor Berita Reuters.

Jika ditinjau dari penanggalan yang tertera di sana, makam itu dibangun di era pemerintahan Neferirkare Kakai, raja ketiga dari Dinasti Kelima Kerajaan Tua.

Baca juga: Wanita Ini Lakukan Kontak dengan Suku Primitif Sentinel Tanpa Terbunuh

“Para arkeolog memindahkan lapisan terakhir dari makam itu pada Kamis (13/12/2018) dan menemukan lima poros di dalamnya,” tukas Waziri.

Satu poros tak disegel dan tak ada apa pun di dalamnya. Meski begitu, empat poros lainnya dalam kondisi disegel. Para arkeolog yakin mereka akan membuat lebih banyak penemuan saat penggalian dilakukan pada empat poros itu. Adapun penggalian dimulai pada Minggu (16/12/2018) kemarin. Waziri berharap terutama pada satu poros yang akan digali tersebut.

“Saya dapat membayangkan bahwa semua benda dapat ditemukan di wilayah ini. Ini poros yang akan menuju peti jenazah atau sarkofagus pemilik makam tersebut,” tambah Waziri, yang menyebut bahwa salah satu poros itu disegel oleh para pembangun makam ketika itu.

Waziri melanjutkan, makam itu memiliki panjang 10 meter, lebar 3 meter, dan tinggi sekitar 3 meter. Dinding makam dihiasi dengan tulisan hieroglif dan patung-patung Firaun.

Ia kemudian menjelaskan, makam itu terbilang unik lantaran patung-patung tersebut dalam kondisi yang hampir sempurna.

“Warna itu hampir utuh meski makam itu berusia 4.400 tahun,” ujar Waziri.

Makam itu terletak di bagian punggung bukit yang terkubur dan hanya sebagian yang baru terungkap. Menurut perkiraan Waziri, aka nada lebih banyak temuan penting akan diungkap para arkeolog saat penggalian mulai dilakukan lagi mulai Januari tahun depan.

Penjelasan Waziri, gambar-gambar lain menunjukkan cara pembuatan wine dan tembikar, penampilan musik, berlayar, memburu, dan pembuatan furnitur pemakaman.

Menurutnya, timnya mencapai makam itu pada November. Tapi ia membutuhkan waktu untuk masuk ke dalamnya karena pintu-pintunya disegel.

“Sekitar 50 ceruk kecil di dalam makam berisi patung-patung berwarna yang diukir di batu, termasuk satu orang yang berdiri atau dalam posisi menulis. Patung ini mungkin milik mendiang atau anggota keluarganya,” tutur Waziri.

Dinasti Kelima memerintah Mesir sekitar periode 2.500 tahun sebelum Masehi hingga 2.350 tahun sebelum Masehi, tidak lama setelah piramida agung Giza dibangun. Saqqara telah menjadi pemakaman untuk Memphis, ibu kota Mesir kuno selama lebih dari dua milenial.

Warga Mesir kuno mempunyai tradisi memumi manusia untuk mengawetkan jasadnya. Mengingat mereka meyakini kehidupan setelah mati, maka tubuh manusia yang sudah meninggal harus diawetkan untuk mempersiapkan hal itu. Mumi binatang juga digunakan sebagai sesaji religius.

Sejauh ini, Mesir telah mengungkap lebih dari sepuluh penemuan kuno di sepanjang tahun 2018. Negara itu berharap berbagai penemuan itu akan semakin meningkatkan citra Mesir di luar negeri. Selain itu, mereka juga berharap agar minat para turis yang pernah membanjiri berbagai kuil dan Piramida Firaun bisa kembali hidup. Pasalnya, jumlah para turis yang datang jadi menurun drastis akibat krisis politik di tahun 2011 lalu.

Lebih lanjut, Menteri Antik Mesir Khaled al-Anani mengatakan, makam itu milik pendeta pemurnian kerajaan yang disebut Wahtye. Tulisan hieroglif di makam itu juga menunjukkan pendeta terkait bertugas saat masa Raja Neferirkare Kakai dan menjadi pengawas serta inspektur perahu suci.

“Dinding makam itu didekorasi dengan adegan-adegan berwarna menggambarkan Wahtye bersama ibu, istri, dan keluarganya,” urai Khaled.

Bulan November lalu, Kementerian Antik Mesir mengumumkan bahwa pemakaman kucing dalam jumlah massal dan koleksi kumbang scarab yang dimumi menjadi salah satu dari tujuh makam yang ditemukan di Saqqara. Lokasi tersebut juga menjadi tempat Piramida Step yang terkenal.

Melansir Tempo.co, tiga dari makam-makam itu berisi mumi kucing dan scarab, permata Mesir kuno yang dipotong dalam bentuk kumbang. Nekropolis Saqqara di selatan Kairo adalah rumah bagi piramida Djoser yang terkenal, lebih dari 4.600 tahun konstruksi yang mendominasi situs tersebut dan merupakan monumen batu pertama di Mesir.

Sedangkan pada Februari lalu, para arkeolog Mesir menemukan makam kuno berisi 40 sarkofagus batu, sekitar 1.000 patung kecil, dan bantalan kalung bertulisan hieroglif yang berarti “selamat tahun baru”.

Menteri Antik Mesir Khaled menyebutkan, penemuan dekat Tuna al-Gabal, selatan Kairo, itu berisi sejumlah makam dari masa Firaun terakhir hingga era awal Ptolomaik.

Diperkirakan, dibutuhkan total waktu lima tahun untuk melakukan penggalian di lokasi yang usianya lebih dari 2.000 tahun tersebut.

Tahun lalu para arkeolog juga menemukan 17 mumi di Tuna al-Gabal.

“Ini baru awal. Kami segera menambah daya tarik arkeologi baru untuk Mesir Tengah,” cetus Khaled.

Diketahui, temuan sebanyak 40 sarkofagus beberapa memiliki nama pemiliknya dalam huruf hieroglif. Berikut beberapa foto lainnya sebagaimana dikutip dari Washington Post: