Ditanya Perihal Ahok, Ma’ruf Amin: Sudah Mendukung


SURATKABAR.ID – Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin menyebut mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah menyatakan dukungannya untuk pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Oleh karena itu, seperti yang diwartakan oleh Tempo.co pada Minggu (16/12/2018), ia mengaku tidak perlu repot-repot lagi untuk membujuk Ahok agar memberikan suaranya kepada kubu petahana usai menghirup udara bebas pada Januari mendatang.

“Sudah mendukung, hahaha,” ujar Ma’ruf Amin sembari tertawa dalam wawancara eksklusif di kediamannya di Jalan Situbondo Nomor 12, Jakarta pada Jumat pekan lalu.

Ma’ruf sendiri menyebut bahwa urusan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyulut demo besar-besaran pada 2 Desember 2016 lalu dan berujung pada pemidanaan Ahok, sudah rampung.

“Enggak ada masalah (jika bertemu). Sudah selesai urusan dengan Ahok,” ujar pria yang masih menjabat sebagai Ketua MUI tersebut.

Baca Juga: Tubuhnya Mengurus dan Dikabarkan Stroke, Ma’ruf Amin: Saya Sebenarnya Bukan Sakit

Ia menilai, adalah hal yang mustahil jika Ahok keluar dari barisan pendukung Jokowi yang merupakan atasannya ketika menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Kan saya bilang, kalau tidak mau pilih saya, pilih Pak Jokowi. Begitu juga kalau tidak mau pilih Pak Jokowi, ya pilih saya. Beda pilihan enggak masalah,” ujar Ma’ruf sambil terkekeh.

Sebelumnya, mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat juga mengungkapkan bahwa Ahok dipastikan akan mendukung Jokowi dalam pilpres mendatang. Menurut Djarot, Ahok sudah menyampaikan hal tersebut ketika berkunjung ke Mako Brimob, Depok sekitar satu bulan yang lalu.

“Beliau sudah katakan seperti itu. Siapa pun yang diambil Pak Jokowi (sebagai cawapres), beliau pasti mendukung,” jelas politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut ketika ditemui di Posko Cemara, Jakarta pada Selasa (16/10) lalu.

Berdasarkan keterangan yang diberikan Djarot, Ahok menilai bahwa Jokowi harus meneruskan kepemimpinannya selama satu periode lagi. “Pak Ahok sempat cerita, lima tahun itu tak cukup. Perlu penuntasan,” ujar Djarot tegas.