Bukan Pakai Baliho, Jokowi Bocorkan Rahasianya Memenangkan Kontestasi Politik


SURATKABAR.ID – Petahana dan Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa kampanye melalui pemasangan spanduk dan baliho sudah tidak lagi efektif saat ini. Bukan rahasia, kiprah Jokowi dari masih menjadi pengusaha hingga menjabat sebagai Kepala Negara bukan dijalani tanpa strategi. Menurut pengalaman Presiden RI tersebut, pendekatan yang paling menyentuh hati masyarakat bukanlah melalui cara superfisial, justru jalan yang personal akan lebih menjamin.

“Pengenalan (melalui baliho dan spanduk) itu perlu. Tapi lebih perlu dari hati ke hati,” ungkap Jokowi saat menghadiri penutupan rapat kerja TKD Provinsi Riau di Hotel Prime Park, Pekanbaru, Sabtu (15/12/2018). Demikian sebagaimana dilansir dari laporan Tempo.co, Minggu (16/12/2018).

Cara ini tentu diungkapkan Jokowi bukan karena hanya demi beropini semata. Hal ini didapatkan dari pembelajaran dan pengalamannya saat mengikuti pemilihan Wali Kota Solo pada 2004 lalu. Saat itu ia merasa dirinya merupakan sosok yang paling tidak dikenal oleh masyarakat. Padahal saat itu ia mesti bersaing dengan tiga kandidat lainnya.

Jokowi pun lantas mengatur strategi politiknya. Caranya, dengan menemui pemilih secara langsung dari pintu ke pintu. Secara door to door, ia memaparkan rencananya jika kelak terpilih sebagai pemimpin.

Hasilnya? Sudah menjadi bagian dari sejarah. Jokowi menang dari tiga lawannya yang lebih terkenal meskipun hanya mendapat 37 persen suara. Cara yang sama kemudian dilakukannya saat kembali maju sebagai Wali Kota Solo. Namun dia kemudian telak memenangkan kontestasi politik tersebut dengan meraih 91 persen suara.

Baca juga: Erick Thohir Harapkan Polisi Segera Bongkar Perusak Atribut Demokrat

“Saya sudah lakukan, marketing yang benar adalah door to door. Itu namanya micro targeting,” bebernya.

Siasat yang sama juga dipraktekkan Jokowi saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Presiden Indonesia. Dari perjalanan itu, Jokowi berkelakar kini ia bisa tahu masyarakat mana yang mendukungnya dan mana yang tidak dari cara mereka bersalaman. Pasalnya, sudah begitu banyak telapak tangan yang ia salami saat melakukan kampanye door to door.

Akan tetapi, Jokowi menyatakan cara ini juga berat jika dilakukan seorang diri, terutama dalam skala pemilihan presiden. Dia menyatakan, dirinya pun butuh bantuan tim kampanye untuk turut datang dari pintu ke pintu sambil menceritakan program pemerintah.

“Itulah yang terus dilakukan sambil membawa, memberi kaos misalnya. Beri tabloid misalnya,” imbuh Jokowi membocorkan kisi-kisinya.

Jokowi optimis dirinya akan meraup suara hingga 60 persen di Riau jika tim kampanye melakukan siasat kampanye door to door yang sama. Perolehan suara kubunya di bumi Lancang Kuning untuk saat ini masih tertinggal dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jokowi-Ma’ruf baru memperoleh 42 persen suara. Sementara itu lawannya sudah meraih 54 persen suara warga.

[wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]