Prabowo Kepada Para Milenial: Kenapa Orang Takut Ganti Presiden?


SURATKABAR.ID – Prabowo Subianto yang merupakan calon presiden nomor urut 02 menyelenggarakan acara ramah-tamah bersama ratusan anak muda yang tergabung dalam Gerakan Milenial Indonesia (GMI). Acara tersebut digelar di Hambalang, Bogor, Jumat (14/12/2018) kemarin. Prabowo lantas menyampaikan apa alasannya kembali maju di dalam Pilpres 2019 mendatang.

Seperti dilansir dari reportase Detik.com, Sabtu (15/12/2018), Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menegaskan dirinya bukan ingin berkuasa di Tanah Air. Alasannya kembali maju di pemilihan presiden ini yakni untuk mengembalikan kedaulatan bangsa di setiap sektor dan segala bidang.

“Yang diperjuangkan di 2019 adalah untuk merebut kembali kedaulatan bangsa Indonesia. Merebut kembali masa depan kalian, anak-anak kalian, dan cucu-cucu kalian,” tandas Prabowo Subianto dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/12/2018).

Baginya, saat ini kepentingan pribadinya sudah selesai. Tujuan utamanya menjadi presiden hanyalah agar ia dapat menjadi alat bagi bangsa ini untuk mencapai tujuan luhur yang sesuai dengan apa yang diamanahkan para pendiri bangsa RI.

“Saya di sini minta mandat bukan karena saya ingin berkuasa untuk Prabowo. Prabowo itu tidak penting. Prabowo sudah dapat rezeki dari Tuhan. Prabowo itu sekarang hanya ingin jadi alat. Saya ingin memperbaiki ini semua bersama kalian,” papar mantan Danjen Kopassus tersebut kemudian.

Baca juga: Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Menurun, Ini Penyebabnya Menurut PARA Syndicate

Itulah sebabnya, Prabowo jadi mempertanyakan sikap sejumlah pihak yang kesannya takut kehilangan kekuasaan. Padahal, Prabowo melanjutkan, sebuah jabatan atau kekuasaan itu hanya bersifat sementara.

“Kenapa orang ganti presiden takut? Ganti pengemudi itu biasa. Kalau mau ganti pilot yang pilotnya itu harus andal, harus bisa mengemudikan pesawat dan selain andal harus punya karakter dan akhlak yang baik. Ini tanggung jawabnya besar,” tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengingat pesan yang pernah diterimanya dari sang ayah, Soemitro Djojohadikusumo. Hal tersebut berkenaan dengan kejujuran. Pesan ayahnya yang pernah menjabat sebagai Menteri Ekonomi itu akan selalu dipegang teguh jika kelak dirinya berkesempatan menjadi presiden.

“Bapak saya pernah menjadi menteri, tetapi Bapak saya selalu mengajari, ‘Jangan sekali-kali mencuri uang rakyat!,” tandas Prabowo.

Sebagaimana diketahui, Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo merupakan salah satu Pakar Ekonom RI yang terkenal. Banyak dari murid-muridnya yang juga berhasil menjadi menteri pada era kepemimpinan Soeharto. Di antaranya seperti JB Sumarlin, Ali Wardhana dan Widjojo Nitisastro.