Hina Institusi TNI Melalui Postingan Facebook, Pria Ini Dijebloskan Kedalam Penjara


    SURATKABAR.ID – Seorang pemuda berinisial GKR (25) di Sidoarjo, Jawa Timur ditangkap oleh personel Komando Distrik Militer (Kodim) 0816/Sidoarjo pada Kamis (13/12) malam. Ia diduga mengedarkan pernyataan yang merendahkan institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) lewat media sosial Facebook.

    GKR ditangkap di kediamannya di Perumahan Griya Taman Cipta Karya Blok C -111, Desa Bohar, Kecamatan Taman Sidoarjo, Sidoarjo.

    GKR pun telah diserahkan ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sidoarjo untuk penanganan lebih lanjut, Jumat (14/12). Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi.

    “Kami terima dari Kodim,” kata Frans lewat pesan singkat dilansir dari CNNIndonesia.com, Jumat (14/12/18).

    Baca Juga: Jadi Buronan Polisi, Seorang Wanita Terlibat Pengeroyokan Anggota TNI di Cibubur

    Sebelum diserahkan ke Polresta Sidoarjo, GKR sempat ditahan lebih dahulu di ruang tahanan di Markas Kodim 0816/Sidoarjo.

    Menurut Frans, GKR telah ditetapkan sebagai tersangka dengan dijerat Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    “Konstruksi hukum dengan UU ITE, pasalnya akan dirumuskan,” katanya.

    Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com di Facebook, terdapat sejumlah pernyataan-pernyataan GKR yang menghina institusi TNI. Mayoritas pernyataan-pernyataan itu ditulis d kolom komentar yang ada di Facebook. Pernyataan itu pun telah diviralkan dalam bentuk cuplikan layar (screenshot).

    Sebelumnya, kasus penghinaan terhadap polisi ramai diberitakan. Pemuda berinisial LA (30) dan ZA (27) dijebloskan ke Rutan Polda Bali dan dijerat UU ITE, Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 27 Ayat 3 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Pasal 310 Ayat (1) juncto Pasal 311 KUHP, Pasal 211 KUHP dengan hukuman penjara enam tahun.

    Saat itu, seorang anggota Polri bernama Brigadir I Made Hendra Sutrisna melintas di Simpang Taman Griya menuju ke arah timur hendak melaksanakan tugas pengamanan IMF–World Bank.

    Mengingat saat itu akan ada rombongan tamu yang bergerak dari belakang, Brigadir Made Hendra Sutrisna menambah laju kendaraan dengan maksud tidak menjadi penghalang rombongan tamu tersebut. Namun pengendara motor bernama Lutfi menghadang Made dan menyebut arogan dalam berkendara. Perselisihan terjadi karena Lutfi merekam perselisihan tersebut dan mengancam akan memperpanjang masalah itu.

    Akhirnya Made memutuskan untuk melaporkan Lutfi dengan UU ITE dan menjebloskan Lutfi dalam penjara karena menganggap hal yang dilakukan Lutfi menghina institusi polisi.