Dunia Kesehatan Gempar! Seorang Pengantar Pizza Ngaku Tak Butuh Makanan, Ini Caranya Bertahan Hidup


SURATKABAR.ID – Tanpa makan, manusia hanya dapat bertahan hidup hingga tiga minggu saja. Namun tidak demikian dengan seorang pria asal Inggris bernama Khai Ho. Ia mengaku sama sekali tidak perlu mengkonsumsi makanan untuk bisa tetap hidup.

Pria berusia 28 tahun ini, dilansir dari Grid.ID, Kamis (13/12/2018), mengklaim dirinya dapat bertahan hidup hanya dengan mengandalkan dua hal saja. Kedua hal tersebut adalah udara dan sinar matahari. Sontak pengakuan Khai Ho ini menjadi perbincangan di Inggris.

Khai Ho sendiri, berdasarkan berita yang dilansir Mirror.co.uk pada Senin (10/12/2018), merupakan seorang pengantar pizza. Pria yang tinggal di Birkenhead, Liverpool, Inggris ini mengatakan ia bisa bertahan hidup hingga 3 bulan lamanya hanya dengan asupan 100 kalori saja.

Hal tersebut sangatlah bertolak belakang dengan anjuran ahli gizi. Pasalnya seorang pria dewasa disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan jumlah 2.500 kalori setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan kalori tubuh. Lantas bagaimana Khai Ho bisa bertahan dengan asupan kalori yang minim?

Mengaku sebagai seorang breatharian, Khai Ho mengandalkan udara dan sinar matahari. Tak berbeda seperti vegetarian yang hanya menyantap makanan berbahan nabati saja, bagi seorang bretharian udara adalah sumber energinya.

Baca Juga: Bayi Hasil Rekayasa Genetika Pertama Berhasil Diciptakan, Fakta mencengangkan Baru Terkuak Kemudian

Ho menjelaskan bahwa dirinya telah menjalani gaya hidup bretharian selama 3 bulan. Ia juga mempraktekkan ritual meditasi a la Hindu, dengan begitu ia bisa mengubah udara dan sinar matahari yang diterimanya menjadi energi untuk beraktivitas seperti manusia normal.

Ia mengaku sesekali tetap memakan permen mint, namun bukan untuk membuat perutnya kenyang. Permen mint yang dikonsumsinya, diakui Ho untuk membantu mengenyahkan rasa pahit pada indera pengecapnya saja.

Gaya hidup pria ini tentu terdengar sangat ironis. Mengingat ia sendiri bekerja sebagai seorang pengantar pizza. Melalui video berjudul “Man who calls himself a breatharian claims he lives on air and sunlight”, Khai Ho memberikan klarifikasi.

“Aku tak pernah kesusahan saat melihat pizza milik pelangganku, maupun berkeinginan untuk mencicipinya,” tutur Ho dalam sebuah video yang dilansir oleh channel YouTube Mirror Online pada Senin (10/12/2018) lalu.

Dalam video tersebut, Ho menuturkan bagaimana awal mulanya ia mulai menjalani gaya hidup breatharian. Rupanya sejak kecil ia sudah sering menolak makanan-makanan yang disajikan sang ibu. Khai Ho baru memberanikan diri berhenti menyantap makanan sama sekali sejak 4 tahun belakangan.

Selama menjadi breatharian, Ho mengaku merasakan berbagai manfaat. Salah satunya tentu menghemat pengeluaran sehari-harinya. Dalam video, ia juga memperlihatkan rak di dapurnya yang kosong. Tak ada satu bahan makanan pun yang disimpannya di dalam lemari dapur tersebut.

Manfaat lain yang ia rasakan setelah menjadi breatharian adalah dapat mengatasi gangguan tidur, bahkan termasuk penyakit liver yang dideritanya. “Sekarang saya tahu bagaimana cara kerja tubuh menyembuhkan penyakit dari dalam secara alami,” tuturnya.

Rupanya Khai Ho tidak sendirian. Di belahan dunia lain, sejumlah orang mengaku menganut gaya hidup ini. Mereka adalah pasangan asal California, Amerika Serikat, yakni Akahy Ricardo dan Camilla Costello. Keduanya sukses sebagai breatharian hanya dengan mengandalkan energi kosmik.

Sekalipun para pengikutnya mengakui breatharian memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, namun gaya hidup ini sama sekali tidak direkomendasikan para ahli gizi. Alasannya, pada 2012 silam, seorang wanita di Swiss meninggal setelah ngotot bertahan hidup hanya dengan sinar matahari.

Intip videonya di bawah ini: