Terkuak! Ini 5 Nama Kepala Daerah Pendukung Jokowi yang Terjerat Korupsi


SURATKABAR.ID – Berdasarkan dugaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ada beberapa Kepala Daerah yang mendukung Presiden Jokowi dan terjerat perkara korupsi. KPK menyangkakan Irvan Rivano Muchtar yang merupakan Bupati Cianjur bersama beberapa pihak lainnya telah memangkas sebagian Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur. Dana itu dipangkas untuk memenuhi kepentingan pribadi Irvan.

Melansir laporan Tempo.co, Kamis (13/12/2018), Irvan diketahui berasal dari Partai Nasdem. Saat ini, kepala daerah tersebut diketahui sebagai pendukung pasangan inkumben Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 nanti.

Rupanya, Irvan bukan satu-satunya Kepala Daerah pendukung Jokowi pertama yang dinyatakan sebagai tersangka oleh KPK. Berikut ini adalah daftar Kepala Daerah pendukung Jokowi yang juga ikut terjerat kasus korupsi. Siapa saja? Mari kuak bersama liputannya.

  1. Neneng Hasanah Yasin, Bupati Bekasi

Pada 16 Desember 2018, Neneng menjadi tersangka suap berkenaan pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta. Neneng dan empat pejabat dinas Pemerintah Kabupaten Bekasi diduga telah menerima imbalan komitmen sebesar Rp 13 miliar. Dana tersebut dikucurkan untuk pengurusan izin proyek.

KPK mengatakan, janji imbalan itu diberikan oleh Billy Sindoro, dua konsultan Lippo Group Taryudi dan Fitra Djaja Purnama, serta pegawai Lippo Group Henry Jasmen. Menurut dugaan KPK, jumlah imbalan yang sudah diberikan berjumlah Rp 7 miliar. Disangkakan, uang tersebut diberikan untuk memuluskan sejumlah izin dalam proyek Meikarta fase pertama.

Baca juga: Belot Dukung Jokowi-Ma’ruf, Ketua DPW Kalsel Diberhentikan oleh PAN

Neneng dinonaktifkan dari Partai Golkar dan dipecat dari tim sukses Jokowi-Ma’ruf. Ace Hasan Shadzily sebagai Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf mengungkapkan, pihkanya sudah berkomunikasi dengan Ketua Tim Kampanye Daerah Jawa Barat Dedi Mulyadi berkenaan posisi Neneng Hasanah di tim kampanye daerah.

“Yang bersangkutan juga akan diberhentikan dalam Tim Pemenangan,” tandas Ace kepada pers, Selasa (16/10/2018).

  1. Rendra Kresna, Bupati Malang

Pada Selasa (09/10/2018), Rendra dijadikan tersangka setelah sehari sebelumnya KPK secara paksa menggeledah kantornya. Diduga, Rendra menerima gratifikasi atau hadiah dari pelaksana proyek atau kontraktor. Sejak setahun lalu, kasus ini ditangani KPK.

Menurut Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johny G Plate, Rendra mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah NasDem Jawa Timur.

“Satu jam setelah penggeledahan itu Rendra mengajukan pengunduran dirinya kepada Ketua Umum DPP NasDem sebagai Ketua DPW,” tukas Johny kepada awak media, Selasa (09/10/2018).

  1. Setiyono, Walikota Pasuruan

Walikota Pasuruan, Setiyono ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 5 Oktober 2018 lalu. Ia ditetapkan sebagai tersangka penerima suap proyek pembangunan Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) Kota Pasuruan.

Setiyono yang diketahui berkiprah sebagai Kader Golkar ini disangka menerima uang Rp 135 juta dari perwakilan CV. M Muhamad Baqir selaku penggarap proyek tersebut.

  1. Remigo Yolando Berutu, Bupati Pakpak Bharat

Remigo Yolando Berutu yang merupakan Bupati Pakpak Bharat diduga telah menerima suap sebesar Rp 550 juta terkait proyek infrastruktur sejak 18 November. Dugaan KPK, uang itu lantas digunakan untuk kepentingan pribadi Remigo.

Remigo disangka menginstruksikan para Kepala Dinas untuk “mengamankan” semua pengadaan proyek. Selain itu, Remigo juga diduga menerima pemberian-pemberian lainnya sehubungan proyek di Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat. Hal itu dilakukannya melalui para perantara dan orang dekatnya yang ditugasi mengumpulkan dana.

Andre Rosiade selaku Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga menyebutkan, Remigo ialah kader Partai Demokrat yang mengalihkan dukungan pada Jokowi.

Diketahui, Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat telah memecat Remigo dari partai.

“Segala jabatan partai yang melekat padanya telah dicabut,” tandas Ferdinand Huahaean selaku Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat.

  1. Irvan Rivano Muchtar, Bupati Cianjur

Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar juga telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK. Ia diduga terlibat korupsi Dana Alokasi Khusus Pendidikan Kabupaten Cianjur. Irvan dan sejumlah pihak disangka telah meminta, menerima, dan memotong pembayaran DAK pendidikan Cianjur tahun 2018 sebesar 14,5 persen dari total Rp 46,8 miliar. Dari jumlah tersebut, Irvan mendapat jatah 7 persen.

Menukil Medan.TribunNews.Com, Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar ini memiliki karir yang gemilang di politik. Selain itu, Irvan Rivano Muchtar berasal dari keluarga terpandang. Ayahnya merupakan mantan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh. Tjetjep Muchtar Soleh menduduki kursi Bupati Cianjur selama dua periode, dari 2006 hingga 2016.

Pada 2016, posisi Tjetjep Muchtar Soleh digantikan sang anak, Irvan Rivano Muchtar. Dari profil di portal resmi Kabupaten Cianjur, Irvan Rivano Muchtar juga diketahui merupakan pejabat berpendidikan tinggi.

Irma Suryani Chaniago sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem meyakini bahwa Kepala Daerah yang terjaring operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) akan segera mengundurkan diri dari partai.

“Yang bersangkutan pasti langsung mundur, karena itu kebijakan Garda Pemuda NasDem,” tukas Irma saat dihubungi wartawan, Rabu (12/12/2018).

[wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]