Mencekam! Begini Kronologi Amuk Massa yang Berujung pada Pembakaran Polsek Ciracas


    SURATKABAR.ID – Konflik antara anggota TNI dan penjaga parkir di kompleks Arundina, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (11/12) berbuntut pembakaran kantor Polsek Ciracas. Akibat tragedi tersebut empat polisi menjadi korban, salah satunya Kepala Polsek Ciracas Komisaris Agus Widartono.

    Kejadian, seperti yang dilansir dari laman Tempo.co pada Rabu (12/12/2018), berlangsung sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari. Massa juga merusak serta membakar kompleks Polsek Ciracas. Sebanyak 16 mobil rusak lantaran dikeroyok massa.

    Pada Selasa pukul 22.20 WIB, Kepala Polres Jakarta Timur Komisaris Besar Yoyon Toni Surya tiba di Kantor Polsek Ciracas bersama 100 massa yang merupakan anggota TNI. Sebagian massa lalu mengarah ke Arundina Ciracas.

    Berselang 10 menit kemudian, Kapolrestro Jaktim bersama Danrem, Dandim Jaktim dan Dan Den Pom Jaya beserta KSBD Paminal Polda Metro Jaya berupaya menenangkan massa yang semakin tak terkendali. Massa tetap ngotot menjemput pelaku yang sudah diamankan Polsek Ciracas.

    Mereka memaksa memasuki tempat parkit Polsek Ciracas, akan tetapi Kepala Polsek Ciracas Komisaris Agus Widartono mengadang mereka. Agus pun menjadi target pengeroyokan massa hingga hilang kesadaran.

    Baca Juga: Miris! Pendapatannya Terancam Karena Layanan Carpool, Supir Taksi Nekat Bakar Diri Hingga Tewas

    Setelahnya, massa memasuki Polsek dan lagi-lagi dihalang-halangi. Kali ini oleh Kapolres Jakarta Timur, KSBD Paminal PMJ, Denpom, dan Dandim. Namun lantaran sudah terlanjur gelap mata, massa melakukan pemukulan terhadap keempat pimpinan hingga situasi semakin tak terkendali.

    Anggota Polri yang berjaga hanya berjumlah 20 orang, sementara massa yang menyerang ada sekitar 1.000 orang. Pada pukul 23.00 WIB, Danrem mengarah ke Arundina Ciracas guna memantau massa yang masih berada di lokasi tersebut. Saat itu jumlah massa semakin banyak.

    Menginjak pukul 00.00 WIB, massa yang semakin beringas memukuli seluruh anggota polisi yang berjaga. Akibat pengeroyokan tersebut, beberapa anggota polisi mengalami luka. Massa mulai membakar kantor Polsek Ciracas sekitar pukul 00.30 hingga 00.45 WIB.

    Pukul 01.30 WIB, Kapolda Metro Jaya didampingi Pangdam Jaya dan Wakapolda serta Kapolrestro Jaktim menggelar konferensi pers di Kantor Polsek Ciracas. Polisi mengungkapkan pelaku dan korban sebenarnya sudah berdamai. Tahanan juga telah dipindah ke Rutan Krimum Dittahti Polda Metro Jaya.

    Cerita Saksi Mata

    Juliah, tukang nasi rames yang menjadi salah seorang saksi mata insiden amuk massa pada Selasa malam hingga Rabu dini hari (11-12/12) tersebut mengungkapkan situasi detik-detik tragedi. Ia mengatakan massa sudah mulai berdatangan pada Selasa malam sekitar pukul 20.30 WIB.

    “Waktu itu gerombolan orang datang, di antaranya ada yang sempat ngopi,” ujar Juliah ditemui di warungnya pada Rabu (12/12) pagi. Menurut taksirannya, gerombolan tersebut berjumlah tak lebih dari 20 orang.

    Perempuan paruh baya tersebut mengaku sempat kebingungan melihat mereka berseliweran. Massa yang berboncengan sepeda motor tersebut terlihat rapi. Sebagian orang, menurut pengakuan Juliah, mengendarai motornya mendekati kantor Polsek Ciracas.

    Ia lantas menanyakan beberapa orang dari massa tersebut terkait tujuan mereka. Mereka mengaku hanya ingin berjalan-jalan saja. “Namun mereka lantas pergi dan suasana mulai sepi,” sebut Juliah yang mengaku tak lama kemudian mendengar teriakan sekelompok orang: “Ayo ke TKP!”

    Sempat ingin menutup warung, seorang polisi melarangnya. Diminta tak perlu takut dan tak usah menutup warungnya, Juliah menurut. Jelang tengah malam, ia menyebut suasana makin mencekam. “Ya Allah saya takut. Motor mereka mogok terus ditinggal. Udah begitu aja,” tuturnya.

    Begitu amuk massa semakin tidak terbendung, seorang polisi meneriaki Juliah untuk segera menutup warungnya. Ia kemudian bergegas mengungsi ke kantor Pemadam Kebakaran Ciracas yang letaknya di samping Polsek Ciracas. Ia bahkan sempat menggotong radio dan televisi di warungnya.

    Tak berselang lama, terjadilah pembakaran. Juliah saat itu menyaksikan langsung ketika mobil pemadam kebakaran bergerak ke lokasi. Sejumlah petugas pun mulai menyemprotkan air ke kantor Polsek Ciracas yang dilalap si jago merah.

    Amuk massa masih berlanjut hingga pukul 02.00 WIB. Akan tetapi Juliah mengungkapkan dirinya tak lagi mengamati. Pasalnya, ia sudah meninggalkan lokasi untuk mencari anak dan suaminya yang sebelumnya menghindar karena ketakutan menyaksikan tragedi Polsek Ciracas.