Mengaku Nabi dan Ganti Kalimat Syahadat, Ajaran Sesat Sensen Komara Ditangani TNI


SURATKABAR.IDData pengikut ajaran sesat Sensen Komara yang mengaku sebagai nabi dan panglima Negara Islam Indonesia (NII) di Kabupaten Garut, Jawa Barat telah ditelusuri oleh Komando Distrik Militer (Kodim) TNI/0611 Garut. Ajaran ini pun telah dinyatakan sesat oleh MUI. Seperti diketahui, Darul Islam Fillah (DI Fillah) yang didirikan Sensen Komara yang mengaku sebagai nabi sejak 2009 itu sudah meresahkan masyarakat lantaran praktik keagamaannya yang sesat.

“Saya sudah memerintahkan seluruh jajaran untuk mendata seluruh warga di seluruh wilayah Kodim 0611 Garut yang menjadi pengikut Sensen ini,” ujar Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Inf Asyraf Aziz kepada wartawan di Garut, Selasa (11/12/2018). Demikian sebagaimana dikutip dari laporan Republika.co.id, Rabu (12/12/2018).

Menurutnya, Kodim 0611 Garut sudah mengetahui keberadaan Sensen. Selain itu, diketahui ada beberapa orang yang menjadi pengikutnya. Kodim Garut membutuhkan data lebih akurat tentang jumlah pengikut Sensen serta tempat yang biasa mereka gunakan untuk penyebaran paham sesat tersebut.

“Kita melakukan pemetaan jumlah dan juga lokasi mereka karena ajarannya sudah dinyatakan sesat dan menyimpang,” tandas Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Inf Asyraf Aziz.

Ia menguraikan, paham Sensen sudah dinyatakan sebagai ajaran sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut. MUI juga tentu melarang penyebarannya.

Baca juga: JK Berikan Penghargaan Kejaksaan Agung dan Polri Lembaga Bebas Korupsi

Ia menambahkan, TNI mengantisipasi adanya gejolak di masyarakat yang dikhawatirkan dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat Garut.

“Pendataan yang kita lakukan ini sebagai langkah antisipasi di wilayah sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tukasnya.

Ia melanjutkan, jajarannya tak hanya mendata, tapi juga berupaya untuk mengingatkan pengikutnya agar kembali melakukan aktivitas keagamaannya seperti pada umumnya.

Apabila ajaran tersebut terus dibiarkan, imbuhnya, ia khawatir akan konflik di masyarakat akan terpicu untuk muncul. Bahkan bisa jadi muncul juga berbagai tindakan yang dapat mengancam jiwa para pengikut dari ajaran sesat tersebut.

“Perlu dilakukan pencegahan akan aksi masyarakat yang resah dengan kegiatan mereka,” tukasnya.

Siapa Sensen Komara?

Lebih jauh, melansir Detik.com, Sensen Komara dianggap sebagai nabi oleh para pengikutnya. Pria asal Garut itu juga disebut sebagai Presiden serta Panglima tertinggi Angkatan Perang berbintang lima di Negara Islam Indonesia (NII).

Kendati pernah dinyatakan mengidap gangguan jiwa dan divonis bersalah dalam kasus makar dan penistaan agama oleh Pengadilan Negeri Garut pada tahun 2012 lalu, nyatanya hingga kini Sensen masih menyebarkan ajarannya.

Memasuki tahun 2017, salah seorang pengikut Sensen asal Pakenjeng bernama Iwan, pernah mengklaim pengikut aliran sesat Sensen mencapai dua ribu orang. Mereka tersebar di sejumlah kota di Indonesia.

Sebagian dari mereka menampakkan eksistensinya. Hal ini tampak dari sejumlah surat pengakuan yang dibuat para pengikut, yang sempat menggemparkan warga Garut.

Setidaknya ada tiga surat dari para pengikut Sensen yang pernah gegerkan masyarakat Garut.

Surat Salat Menghadap Timur

Pada Maret 2017, warga Garut dihebohkan dengan adanya surat pemberitahuan salat menghadap timur. Pembuatnya merupakan Wawan Setiawan, yang belakangan diketahui merupakan salah seorang pengikut Sensen asal Pakenjeng.

Wawan dalam surat itu mengklaim dirinya melaksanakan salat menghadap timur. Ia juga mengaku sebagai Panglima Angkatan Darat NII berbintang empat.

“Kepada pemerintah Indonesia dan internasional. Saya seorang diri menjalankan salat Negara Islam Indonesia dan salat Jumatnya menghadap kiblat timur sebagai wujud keyakinan adanya Allah SWT dan panglima angkatan perang Negara Islam Indonesia Berbintang VI (enam), Bapak Drs. Sensen Komara Bakar Misbah sebagai Rosululloh Al-Masih.

Salat dilaksanakan di Masjid Situ Bodol, Desa Tegal Gede, Pakenjeng, Garut. Panglima Angkatan Darat Negara Islam Indonesia Berbintang IV (Empat) Jenderal Wawan Setiawan,” demikian isi surat yang dibuat Wawan.

Surat yang kemudian menjadi perhatian warga Garut itu membuat Wawan diperiksa oleh pihak kepolisian. Akhirnya Wawan terbukti melakukan dugaan tindak pidana penistaan agama. Wawan kemudian divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Garut dan dijatuhi hukuman penjara 10 tahun.

Mengganti Muhammad dalam Syahadat

Para pengikut rasul palsu, Sensen Komara bin Bakar Misbah bin Mugni, di Kabupaten Garut, Jawa Barat, jumlahnya mencapai ribuan orang. Melansir Viva.co.id, mereka meyakini semua ajaran yang disampaikan oleh Sensen Komara adalah benar. Bahkan meskipun ada dalih yang tak masuk akal.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Garut, KH. Sirojul Munir, menuturkan bahwa Sensen yang juga Presiden Negara Islam Indonesia (NII) mempunyai tata cara ibadah yang sangat berbeda. Beberapa ajaran menyimpang di antaranya bacaan syahadat yang mengganti Muhammad menjadi Drs. Sensen Komara bin Bakar Misbah bin Mugni.

“Ini sudah jelas sesat dan kami juga sudah mengeluarkan fatwa,” tegasnya pada Sabtu (08/12/2018).

Selain itu, tata cara ibadah versi Sensen Komara dalam melaksanakan salat dengan arah yang berlawanan yaitu menghadap ke timur. Ini dilakukan oleh jenderal bintang empat Angkatan Darat NII, Wawan Setiawan, pengikut setia Sensen.

“Wawan pada tahun 2017 lalu divonis hukuman 10 tahun penjara atas kasus makar dan penistaan agama,” imbuh Sirojul Munir.

Sirojul Munir menambahkan, selain itu pengikut Sensen Komara melaksanakan puasa wajib tidak di bulan Ramadhan. Secara terstruktur Sensen juga mempunyai bendera sendiri, berwarna merah yang di tengahnya terdapat logo bulan sabit dan bintang. Ia bahkan memiliki kop surat kenegaraan.

“Ajaran Sensen ini sudah menjadi ideologi melekat para pengikutnya,” tukasnya.