Kemendagri dan Dukcapil DKI Saling Lempar Soal Pembuang Sekarung E-KTP di Duren Sawit


SURATKABAR.ID – Insiden penemuan sekarung e-KTP di kawasan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur hingga kini masih menimbulkan tanda tanya. Siapa pihak yang bertanggung jawab membuang sekarung e-KTP tersebut?

Mengutip laporan Liputan6.com, Senin (10/12/2018), menurut Pihak Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), baik DKI Jakarta maupun pusat masih enggan menjawab tempat asal penyimpanan e-KTP yang tercecer, kendati diketahui itu merupakan hasil cetakan pertama yang dilakukan konsorsium.

Yang kedua, saat ditanya darimana asal penyimpanan KTP tersebut, pihak-pihak yang bersangkutan malah cenderung saling lempar. Tak ada yang lugas menyampaikan seperti apa duduk persoalan kejadian yang sebenarnya berkenaan dengan KTP yang tercecer juga di Bogor, Mei 2018 lalu.

“Ketika sudah ada cetakan KTP elektronik terbaru, otomatis yang lama tidak berlaku. Itu cetakan pertama e-KTP hasil perekaman massal yang dilakukan oleh konsorsium. Saya juga ingin tahu sumber KTP elektronik yang tercecer dari mana dan siapa pelakunya,” urai Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Dhani Sukma kepada awak pers, Minggu (09/12/2018).

Sewaktu ditanya kembali mengenai letak penyimpanannya, ia melemparkan kepada Ditjen Dukcapil Kemendagri.

“Coba cek di Ditjen Dukcapil Kemendagri. Karena itu domain mereka,” respon Dhani.

Baca juga: 6 Fakta Ribuan e-KTP yang Ditemukan di Duren Sawit, Jadi Mainan Anak-anak

Serahkan pada Polisi

Adapun Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arief Fakhulloh, yang setiap ditanya melemparkan ke Dinas Dukcapil DKI, akhirnya mencoba mengkonfirmasi. Zudan Arief Fakhulloh hanya mengungkapkan, e-KTP yang tercecer itu disimpan di konsorsium.

“Penyimpanannya di konsorsium,” tukas Zudan.

Akan tetapi, dia tak memberikan rincian mengenai konsorsium yang mana. Karena memang dari awal, kurang lebih ada 3 konsorsium yang salah satunya Konsorsium Percetakan Republik Indonesia (PNRI).

“Kami juga belum tahu KTP elektronik tersebut diambil dari mana, dan siapa yang membuang. Untuk pengusutannya, kami serahkan penuh pada Polda Metro Jaya,” pungkasnya kemudian.

Sengaja Dibuang?

Sementara itu, menurutnya temuan sekarung e-KTP di kawasan Duren Sawit kemarin diduga sengaja dilakukan. Mengutip Kompas.com, menurut Zudan, e-KTP yang ditemukan di area persawahan Duren Sawit bukan tercecer, melainkan memang sengaja dibuang.

“E-KTP yang dibuang (area persawahan Duren Sawit) bukan tercecer, karena ini sengaja memang sengaja dibuang, karena karungnya masih bagus, blangkonya masih bagus, belum pernah terkena air hujan, diletakan di pinggir jalan yang orang cepat melihat itu,” papar Zudan di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/12/2018).

“Kalau tercecer kan jatuh tuh di pinggir jalan secara berhamburan, tetapi kalau ini kan diletakkan dalam satu karung dalam satu posisi yang bagus. Dugaan saya ini memang sengaja dibuang,” tukas Zudan menambahkan.

Zudan melanjutkan, pihaknya sedang mendalami dan mencari tahu siapa yang membuang sekarung E-KTP tersebut. Ia memastikan, jika ada e-KTP yang rusak langsung digunting oleh petugas Dukcapil dan disimpan dalam gudang Kemendagri dengan rapi.

“Semua KTP rusak, invalid dan blangko-blangko rusak sudah dipotong pada bulan Mei 2017,” kata Zudan.

Ia mengimbuhkan, pihaknya bersama Polri sedang melakukan penyelidikan bersama untuk mengetahui sumber e-KTP yang dibuang tersebut. Menurutnya, e-KTP yang ditemukan di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur ialah e-KTP yang dicetak pada tahun 2011, 2012, dan 2013. Sehingga, menurut Zudan, sudah tidak berlaku (kadaluarsa).

Polisi Akan Tindak Tegas

Sementara itu, Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes (Pol) Agus Nugroho menuturkan, Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Timur sedang melakukan pendalaman sehubungan insiden e-KTP yang ditemukan tercecer.

“Temuan e-KTP di Duren Sawit, ini sudah dijelaskan tadi oleh Pak Dirjen (Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh). Semua yang ditemukan 2.158 dari 2.158 tersebut, 68 di antaranya sudah rusak fisiknya,” beber Agus.

Agus memaparkan, pihaknya bersepakat dengan Kemendagri untuk menindak tegas kasus penemuan e-KTP di sejumlah tempat tersebut.

“Kami sudah berkomitmen dengan Kemendagri untuk bekerja sama bahwa kita akan melakukan tindakan yang tegas terhadap oknum masyarakat terkait tindak pidana penyalahgunaan dokumen negara, terutama masalah e-KTP,” tukas Agus.

Agus pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terbujuk dengan rayuan yang menjanjikan kemudahan pembuatan e-KTP.

“Mari kita ikuti aturan dan prosedur yang ada dan sudah digariskan dengan Undang-Undang yang berlaku dan Kemendagri, khususnya Dukcapil berserta jajarannya,” tegas Agus.

Sebelumnya, diketahui sebuah karung berisi ribuan e-KTP ditemukan di area persawahan yang berada di Jalan Karya Bakti III, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (08/10/2018). Ribuan e-KTP itu merupakan milik warga Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta Dhany Sukma, e-KTP yang ditemukan di Pondok Kopi merupakan cetakan lama.

Pada Mei 2018 lalu, ribuan e-KTP juga tercecer di jalanan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penjelasan Kemendagri, seluruh e-KTP itu rusak. Waktu itu, ribuan e-KTP invalid itu terjatuh dari mobil sewaktu dibawa dari gudang penyimpanan sementara di Pasar Minggu ke Gudang Kemendagri di Semplak, Bogor.