Duka dari Dunia Sastra Indonesia, Beginilah Fakta Lengkap di Balik Wafatnya Novelis NH Dini


SURATKABAR.ID – Kabar duka datang dari dunia sastra Tanah Air. Sastrawan Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau yang lebih populer dengan nama pena NH Dini menghembuskan napas terakhirnya setelah terlibat kecelakaan di ruas Jalan Tol Tembalang Kilometer 10, Kota Semarang, Selasa (4/11) kemarin.

Penulis ‘Hati yang Damai’ tersebut, seperti dilansir dari laman Tribunnews.com pada Selasa (4/12/2018), menjadi salah satu penumpang kendaraan nahas tersebut. Ia meninggal dengan luka pada bagian kepala dan kaki kanannya.

Sempat dilarikan ke Rumah Sakit Elisabeth Semarang untuk mendapatkan perawatan, novelis kelahiran Semarang 29 Februari 1936 tersebut tak dapat bertahan dan akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.

Terkait insiden tersebut, Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi buka suara. Kronologi kecelakaan itu, disebut Ardi, berawal ketika ada sebuah truk dengan nomor polisi AD 1536 JU yang berhenti di jalur utama tol Gayamsari-Tembalang.

“Karena mengalami kerusakan, sopir truk itu menghentikan sesaat kendaraan di jalur utama. Saat akan kembali melanjutkan, kendaraan justru berjalan mundur,” jelas Ardi ketika dimintai konfirmasi terkait penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa NH Dini.

Baca Juga: Gempar Mobil Avanza Masuk Makam di Pasuruan Tanpa Rusak Pagar, Ternyata Begini Fakta Sesungguhnya

Pada waktu yang bersamaan, mobil Toyota Avanza melaju dari jalur yang sama. Kendaraan yang membawa penumpang NH Dini tersebut melaju tepat berada di belakang truk. Malang tak dapat ditolak, sopir tak sempat menghindar tabrakan dengan truk.

“Korbannya ada dua. Pengemudi mobil atas nama Suparjo dan penumpang mobil Ibu Sri Hardini. Keduanya sempat dibawa petugas ke rumah sakit, namun sang ibu akhirnya tidak tertolong,” jelas Ardi lebih lanjut.

Menurut informasi, ketika kecelakaan, almarhum diketahui baru saja pulang dari terapi pengobatan tusuk jarum di Jalan Mataram, Semarang Tengah. Hal tersebut diungkapkan Paulus Dadik, keponakan NH Dini ketika ditemui di RS Elizabeth, Selasa (4/12).

“Beliau terapi tusuk jarum seminggu sekali di daerah Mataram. Lukanya cukup parah dan serius. Ia sukanya mandiri, milih tinggal di panti jompo dengan menjual aset, daripada merepotkan orang lain. Terakhir kumpul dua bulan lalu,” jelas Paulus, dikutip dari Liputan6.com, Rabu (5/12).

Keponakan novelis ‘Namaku Hiroko’ tersebut menyebut jenazah korban akan dikremasi di Krematorium Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (5/12) seperti yang direncanakan. Sebelumnya, jenazah NH Dini disemayamkan di Rumah Duka Wisma Lansia Harapan Asri Banyumanik, Kota Semarang.