31 Pekerja Trans Papua Ditembak Mati, Budi Karya Buka Suara


    SURATKABAR.ID – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi buka suara menanggapi insiden penembakan dan penyanderaan terhadap 31 orang pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

    Dilansir dari laman Detik.com pada Selasa (4/12/2018), Budi Karya meminta pihak berwenang untuk segera menangani kondisi di Papua agar kembali kondusif. Ia berharap agar aparat keamanan menangkap para pelaku oembunuhan demi menciptakan rasa aman masyarakat setempat.

    “Saya sedih sekali (atas kejadian penembakan tersebut). Upaya apa ini?” tutur Budi Karya melalui sambungan telepon pada Selasa (4/12). “Saya harapkan keadaan sebera pulih,” imbuh pria yang menggantikan Ignasius Jonan sejak 27 Juli 2016 tersebut.

    Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menyatakan telah terjadi pembuhunan terhadap 31 pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua, tepatnya di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Papua, pada Sabtu (30/11). Para pekerja adalah karyawan PT Istaka Karya.

    Kamal mengungkapkan, KKB Papua awalnya hanya menembak 24 pekerja proyek saja. Sedangkan 8 pekerja proyek lain berhasil melarikan diri dan kemudian bersembunyi di rumah salah satu anggota DPRD setempat.

    Baca Juga: Puluhan Pekerja Ditembak dan Disandera, KKB Papua Marah Karena HUT OPM Difoto

    Namun KKB memaksa merangsek masuk ke rumah tersebut dan langsung menjemput dan mengeksekusi mati 7 orang pekerja dengan senjata api. Satu orang berhasil kabur dan hingga berita diturunkan belum diketahui bagaimana nasibnya.

    “Sebanyak 31 orang (meninggal dunia) laporan yang kami dapat,” jelas Kombes Ahmad Musthofa Kamal melalui keterangannya pada Senin (3/12). “Delapan orang yang selamatkan diri di rumah anggota DPRD dijemput dandibunuh. Tujuh orang meninggal dunia dan 1 orang belum ditemukan atau melarikan diri.”

    Aparat gabungan TNI dan Polri diketahui sudah berupaya menuju lokasi, sayangnya mereka belum dapat mencapai titik yang dimaksud. Pasalnya kondisi jalan menuju lokasi diblokir dan tidak dapat dilalui. “Anggota kami belum sampai ke TKP. Jalan menuju TKP diblokir,” tuturnya kemudian.

    Para aparat sebelumnya bergerak bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi. Akan tetapi begitu tiba di kilometer 46, mereka dihadang salah satu mobil yang datang dari arah Distrik Bua. Mereka memerintahkan tim segera berbalik arah lantaran jalan telah diblokir KKB.