Malaysia Berulah Lagi, MFF: Minta Maaf Saja Tak Cukup!


SURATKABAR.ID – Hubungan Indonesia dan Malaysia kerap memanas akibat ulah Negeri Jiran tersebut. Mulai dari klaim beragam budaya dan seni milik Indonesia, hingga soal olahraga, terutama sepakbola.

Namun, kali ini Malaysia bukan bermasalah dengan Indonesia, melainkan Myanmar. Masalah bermula dari pengeroyokan sejumlah suporter Myanmar usai pertandingan oleh fans Malaysia.

Kasus pengeroyokan ini pun menjadi Myanmar Football Federation (MFF). MFF merasa geram atas penganiayaan yang terjadi pada Sabtu (24/11/2018) lalu itu.

Dikabarkan sebelumnya, saat itu sekitar 20 suporter Myanmar yang tengah menunggu bus di dekat Stadion Bukit Jalil, dipukuli hingga babak belur oleh sejumlah suporter Malaysia. Bahkan, suporter perempuan Myanmar juga ditendang saat penganiayaan terjadi.

Baca juga: Viral! 5 Pernyataan Kontroversial Edy Rahmayadi. Mana Paling Nyeleneh?

Ponsel milik pendukung Myanmar ini juga dirampas oleh para penyerang. Akibatnya, 3 orang mengalami luka serius dan membutuhkan perawatan medis.

Akibat peristiwa yang merugikan suporternya itu, MFF mendesak Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) turut andil dalam masalah tersebut. Sekjen MFF U Ko Ko Thein juga menegaskan bahwa permintaan maaf saja tak cukup untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Ini bukan kasus pertama, bahkan bukan juga yang kedua kalinya. Minta maaf saja tak cukup, Malaysia! Kami mengirim surat kepada AFF dan itu tidak hanya untuk para suporter negara kami,” tegas Thien, seperti dikutip dari jawapos.com, Minggu (2/12/2018).

Thien menuturkan, sebagai salah satu tuan rumah AFF 2018, seharusnya Malaysia bertanggung jawab penuh atas peristiwa tersebut. Terlebih lagi, kasus semacam ini telah berulang kali terjadi dan seakan ada pembiaran dari petugas keamanan Malaysia.

“Jika ini terus terjadi di negara tuan rumah, maka itu memengaruhi integritas AFF. Tidak akan ada yang datang menonton pertandingan di masa mendatang. Jadi untuk mencegah hal ini terjadi lagi, kami mengirim surat kepada AFF,” tukas Thien.