Yang Lain Datang Harap Untung Berlipat, Sukarwo Justru Gratiskan Daganganya di Reuni 212


SURATKABAR.ID – Acara reuni 212 yang berlokasi di Monas mendatangkan keuntungan bagi para pedagang. Datang dini hari pun menjadi cara mereka agar tiba tepat waktu di lokasi.

Salah satu penjual mengaku berasal dari wilayah Jakarta Utara, lebih tepatnya Ancol. Ia mengatakan alasannya untuk datang kesini adalah untuk menaikkan pendapatan mereka.

“Kalau saya mah dari Ancol, dateng kesini ya cari yang rame, ya kan buat dapet duit lebih (banyak),” jelas salah satu pedagang di Tugu Tani, Jakarta, Minggu (2/12/18) dikutip dari detik.com.

Pedagang yang berlokasi di Tugu Tani ini membawa barang dagangannya menggunakan sepeda motor. Ia berkata untuk datang ke sini, dia telah memulai persiapan sejak jam 3 pagi.

“Ke sini tadi naik motor bawa ini (gerobak), tadi jam 3 udah siap-siap,” tambahnya.

Baca Juga: Dukung Reuni 212, GJI Sebut Alasan Anies Baswedan Hanya Karena Balas Budi. Apa Maksudnya?

Seorang pedagang atribut, Sule (54) menyatakan, dirinya sengaja datang sejak dini hari tadi untuk menggelar lapak di depan pintu masuk bus Damri Gambir.

Hal itu sangat membuahkan hasil, Sule pun meraup untung 5 kali lipat dari hari biasanya.

“Biasa dagang di bawah kolong rel dekat Masjid Istiqlal. Kalau di hari biasa rata-rata sehari paling dapat Rp 200.000. Hari ini sudah Rp 2.000.000,” ujar Sule di lokasi, Minggu (2/12/18) dikutip dari tribunnews.com.

Keuntungan itu diraihnya sejak berjualan dari pukul 02.00-09.00 WIB.

Atribut seperti ikat kepala bertuliskan kalimat tauhid dijualnya seharga Rp 10.000, baju Reuni 212 seharga Rp 50.000, bendera putih bertuliskan tauhid Rp 50.000.

Sedangkan peci berbagai ukuran dijual Rp 30.000.

“Banyak ya yang beli. Mungkin karena setahun sekali. Makanya sekalian meramaikan,” katanya.

Sementara itu, penjual gorengan bernama Yudi (39) menyatakan, dagangannya laku keras dalam waktu yang sangat singkat.

Dengan adanya reuni 212 ini membawa berkah bagi para pedagang yang hadir berjualan. Sebab, pendapatan yang mereka dapat bisa mencapai lebih dari lima kali lipat dari hari biasa.

Namun lain halnya dengan M. Sukarwo. Dikutip dari tempo.co, pedagang bubur asal Pekalongan ini rela datang ke reuni 212 untuk menggratiskan dagangannya. Gerobak bubur ayam Sukarwo dipenuhi peserta reuni 212 yang ingin mengisi perut sejak subuh.

Ketika ditanya wartawan apakah tidak takut alami kerugian, Sukarwo yang tengah sibuk membungkus bubur menjawab dengan santai “Insya Allah nggak, yang penting barokah” ujarnya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaKagum Pada Artis Ini, Khabib Nurmagomedov Ngaku Akan ke Indonesia
Berita berikutnyaLewat Teleconference, Rizieq Shihab Sebut 5 Hal yang Jadi Kebobrokan Jokowi