Yusril Berkhianat, Novel Bamukmin: Kami Kecewa Janji Itu Diingkari demi Gerombolannya


    SURATKABAR.ID – Calon legislator (caleg) Partai Bulan Bintang (PBB) Novel Bamukmin blak-blakan mengaku kecewa dengan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra. Pasalnya, Yusril memberi isyarat dirinya akan mendukung calon presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

    Novel Bamukmin, seperti diwartakan Detik.com pada Sabtu (1/12/2018), mengaku kecewa namun ia tak bisa mengundurkan diri dari pencalegan. Mengingat ada peraturan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) yang mengikat para caleg.

    “Saya sebagai caleg tidak bisa mundur sesuai peraturan KPUD. Namun kami para caleg pastinya kecewa yang sudah membentuk tim perlawanan dengan nama PAS Lantang yang setia mengikuti Ijtima Ulama 2. Dan menjalankan amanat umat Islam yang percaya terhadap partai berlandaskan syariat Islam,” ujar Bamukmin ketika dihubungi pada Sabtu (30/11) kemarin.

    Menurutnya, Yusril telah berkhianat pada PBB, terutama pada para caleg yang menaruh harapan besar ketika masuk ke PBB. Diketahui, Yusril bakal mendukung calon penantang Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan melawan hasil Ijtima Ulama 2.

    “Saya tidak kaget, cuma langkah YIM menambah kejelasan saja bahwa YIM telah sangat berkhianat kepada PBB. Khususnya kami para caleg yang ketika masuk ke PBB harapan kami ganti presiden dan juga mengikuti Ijtima Ulama 2,” jelasnya lebih lanjut.

    Baca Juga: Terkait Kasus Habib Bahar Smith, Yusril Minta Jokowi Tak Ikut-Ikutan Melapor

    Ia sangat menyayangkan keputusan Yusril menjadi pengacara pasangan capres-cawapres nomor urut 01. Novel menilai, Yusril terkesan mengkritik kubu Prabowo. “Namun malah jadi lawyer Kpruf (Jokowi-Ma’ruf). Katanya urusan pribadi profesionalisme sebagai lawyer. Namun Ijtima Ulama 2 dikritisi dan Prabowo pun dikritisi juga. Wah, ini contoh seburuk-buruknya pemimpin,” ucapnya.

    “Padahal kami tertarik dengan PBB selain ganti presiden juga partai Islam dan pernyataan Yusril mengkritisi Jokowi sangat tajam sehingga membangun kepercayaan dan simpati kita untuk bergabung. Dan isu-isu upaya Yusril merapat ke Koruf dibantahnya sendiri baik di media maupun secara pribadi dan kepartaian. Namun ternyata janji itu diingkari sendiri demi kepentingan dirinya dan gerombolannya,” tutur Novel.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menegaskan sikap partainya saat ini belum resmi untuk Pilpres 2019. Namun demikian ia memberi isyarat bahwa PBB akan berlabuh di kubu Jokowi.

    “Insya Allah, kan sudah sama-sama,” ujar Yusril di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Jumat (30/11) kemarin.

    Yusril mengungkapkan bahwa arah dukungan PBB dalam Pilpres 2019 rencananya akan disampaikan pada Januari 2019 mendatang. Ketika menemui Jokowi, ia juga terlihat membawa map dengan logo PBB.

    “Ya bukan lagi penjajakan. Sudah lama. Sudah dibicarakan sejak lama, dibahas sejak lama. Kemarin dalam pertemuan rapat komite pemenangan pemilu, jadi diundang semacam Bappilu-nya di seluruh provinsi di seluruh Tanah Air dan juga Ketua DPW dan tidak ada satu pun yang menolak langkah yang saya tempuh,” jelas pengacara Jokowi dalam Pilpres 2019 tersebut.

    [wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]