Sunanto Terpilih Jadi Ketum, Amien Rais Bongkar Isu Panas Muktamar Pemuda Muhammadiyah


    SURATKABAR.ID – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais buka suara menanggapi dinamika detik-detik terakhir jelang pemilihan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah. Menurutnya, pemilihan tersebut jauh lebih panas ketimbang yang terlihat di permukaan.

    Seperti yang dihimpun dari laman Detik.com pada Jumat (30/11/2018), Muktamar Pemuda Muhannadiyah XVII di Yogyakarta berakhir dengan Sunanto sebagai pengganti Dahnil Anzar Simanjuntak. Sunanto unggul dengan perolehan 590 suara.

    Lawan-lawan Sunanto, Ahmad Fanani, Ahmad Labib, Andi Fajar Asti, Faisal, dan Muhammad Sukron tertinggal jauh dari suara Sunanto. Masing-masing, secara berturutan, hanya berhasil mengumpulkan 266, 292, 0, 2, dan 2.

    Tokoh senior Amien Rais yang berada di belakang salah satu calon hadir memberikan wejangan kepada para pemilih suara di Cavinton Hotel, Yogyakarta pada Rabu (28/11) malam. Tampak juga Dahnil Anzar, dan salah satu calon Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani.

    Pada kesempatan tersebut, Amien Rais yang berbalut kaos polo dan peci hitam membongkar sejumlah fakta mencengangkan. Ia mengungkapkan ada lima orang Pemuda Muhammadiyah yang menemuinya. Mereka mengaku baru saja dipanggil oleh Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

    Baca Juga: Gantikan Dahnil Pimpin Pemuda Muhammadiyah, Begini Sikap Politik Sunanto

    “Diundang oleh Pak Haedar Nashir dan satunya Pak Abdul Mukti, ‘Eh, tolong kamu jangan maju, pilih saja Sunanto’. Menurut saya, ini adalah sebuah peristiwa yang luar biasa. Ada pesanan kekuatan yang betul-betul berbahaya buat Islam lewat ketum dan sekjen Muhammadiyah meminta kadernya itu suruh mundur,” ujar Amien.

    Ia juga menyebut ada keanehan dalam kepanitiaan, di mana menurutnya ada orang luar. Amien Rais membicarakan sosok pimpinan Muhammadiyah yang bertemu dan setelahnya menjadi juru bicara Joko Widodo (Jokowi). “Dan kalau sering datang ke Istana, kemudian pulangnya lebih memble,” imbuhnya.

    Kemudian ia mengklaim bahwa Ahmad Fanani lebih baik dari segi agama serta pemahaman ekonomi ketimbang kandidat lainnya. Sebagai penutupan, ia memanjatkan doa agar Pemuda Muhammadiyah bisa segera berdiri tegak lagi.

    “Mudah-mudahan Pemuda Muhammadiyah berdiri tegak. Boleh guncang, boleh sebentar, tapi kemudian tegak lagi. Dan mudah-mudahan 17 April malam hari kita syukuran besar,” pungkas Amien Rais.