PDIP Juluki Soeharto ‘Guru Korupsi’, Mantan Politisi Golkar Tanggapi Pedas


SURATKABAR.ID – Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso buka suara soal tudingan Wasekjen DPP PDIP Ahmad Basarah yang menyebut Soeharto sebagai guru korupsi di Indonesia.

Priyo menegaskan bahwa Soeharto memiliki jasa besar dalam membangun Indonesia. Bahkan, berkat jasanya itu Soeharto dijuluki sebagai Bapak Pembangunan. Selain itu, saat Soeharto meninggal dunia, dilakukan penghormatan kenegaraan untuk mengenang jasanya terhadap Indonesia.

“Beliau wafat dalam keadaan baik dan dimakamkan dengan penghormatan kenegaraan,” tutur Priyo dalam pesannya, Kamis (29/11/2018), dikutip dari jawapos.com.

Mantan Politisi Partai Golkar ini juga menyebut bahwa jutaan rakyat Indonesia turut serta mengiringi kepergian presiden ke-2 RI tersebut.

“Lautan rakyat yang berjejer di sepanjang jalan memberi penghormatan terakhir di makam Astana Giribangun, Karanganyar. Negara pun mengumumkan perkabungan nasional dengan pengibaran bendera merah putih setengah tiang selama 7 hari,” lanjut Priyo.

Baca juga: Balas Pidato Prabowo, Basarah: Guru Korupsi di Indonesia Itu Presiden Soeharto

Oleh karena itu, Priyo mengaku tak habis pikir dengan tudingan Ahmad Basarah. Menurutnya, tudingan tersebut harus diluruskan agar Indonesia tak tersesat dalam jurang kegelapan.

“Kenapa tega menuduh Pak Harto sebagai guru korupsi? Itu fitnah yang keji dan hoax,” tegasnya.

Mengenai tudingan ini, Partai Berkarya juga berniat melaporkan Basarah ke polisi. Rencana tersebut, menurut Ketua Ketua DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang, masih digodok.

“Ini sedang diproses, kita enggak mau buru-buru. Sedang dikoordinasikan dulu dengan ketum (Tommy Soeharto) dan keluarganya (keluarga Cendana),” ungkap Badaruddin, Kamis (29/11/2018).

Terkait rencana tersebut, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto memastikan bahwa sejumlah pengacara siap membela Basarah. “Banyak advokat yang memberikan dukungan kepada Pak Basarah. Mereka mengatakan tidak usah khawatir,” tutur Hasto, Kamis (29/11/2018).

Tak hanya itu, menurut Hasto, jika Berkarya melaporkan Basarah, maka PDIP akan membuka kembali persoalan keluarga Cendana.

“Karena dulu ‎betul-betul (dilindungi) kekuasaan. Dulu didukung peraturan-peraturan yang disesain secara khusus untuk kepentingan kroni Pak Harto. Kita lihat Yayasan Supersemar, diaudit saja, sekaligus semuanya mempertanggungjawakan itu,” tegasnya.