Pesantren di Garut Benarkan Tak Bisa Terima Kunjungan KH Ma’ruf Amin


SURATKABAR.IDRencana kedatangan calon Wakil Presiden Nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin ke Pesantren Darul Muwahiddin menerima penolakan. Pengurus Pondok Pesantren Darul Muwahiddin yang berlokasi di Desa Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, membenarkan lembaganya tak bisa menerima kedatangan KH Ma’ruf Amin ke sana karena ada agenda yang bentrok.

“Betul, jadi ada permohonan maaf tidak menerima kunjungan Cawapres nomor urut 01,” ujar Wakil Pimpinan Ponpes Darul Muwahiddin, Asep Zaki Ahmad Mudakir, Rabu (28/11/2018). Demikian seperti dikutip dari laporan Viva.co.id, Kamis (29/11/2018).

Adapun sebelumnya, surat penolakan kedatangan KH Ma’ruf Amin ke Ponpes Darul Muwahhidin, Garut, telah ramai beredar di media sosial. Dari surat yang ditandatangani oleh Asep Zaki Ahmad Mudakir tersebut, diketahui bahwa KH Ma’ruf Amin berencana mengunjungi Pesantren Darul Muwahiddin pada Sabtu (02/11/2018), mendatang.

Dalam surat itu, pihak pondok pesantren meminta maaf tak bisa menerima kedatangan KH Ma’ruf Amin pada Sabtu mendatang. Penyebabnya dikarenakan pimpinan pondok pesantren sudah memiliki agenda lain, jauh sebelum rencana kunjungan cawapres petahana tersebut diagendakan.

“Intinya bukan surat penolakan tetapi lebih tepatnya permohonan maaf,” tutur Asep kemudian.

Baca juga: Fahri Hamzah: Kalau Tiba-tiba Ahok Dukung Pak Prabowo, Itu Baru Seru

Kendati Pondok Pesantren Darul Muwahiddin tak bisa menerima kunjungan KH Ma’ruf Amin, namun cawapres Jokowi itu tetap melakukan kunjungan ke wilayah Garut pada Sabtu hingga Minggu (03/11/2018).

Rencananya, Ma’ruf akan mendatangi sejumlah pondok pesantren dan menggelar istighosah bersama para santri di Kabupaten Garut.

Sedangkan mengutip laporan Detik.com, Wakil Pimpinan Ponpes Darul Muwahhidin Asep Zaki saat diwawancarai wartawan di kantornya, Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, Rabu (28/11/2018) siang menyebutkan bahwa pimpinan pondok pesantren (ponpes) betul-betul sudah ada agenda lain.

“Kami tidak menolak secara silaturahmi beliau ke pesantren Darul Muwahhidin, cuman bertepatan betul-betul Pak Kiyai (pimpinan ponpes) sudah ada agenda yang sebelumnya direncanakan,” beber Asep.

Asep mengungkapkan, para pimpinan serta sebagian santri dan jemaah akan menghadiri acara peringatan Maulid Nabi di luar kota di saat yang sama. Sehingga tak bisa menerima kunjungan.

“Tidak etis ketika ada tamu yang datang tapi pemilik rumahnya tidak ada. Untuk itu kami buat surat permohonan maaf atas jawaban surat yang dikirim PCNU (surat permohonan kunjungan Ma’ruf Amin),” ujar Asep.

Kunjungan Sebagai Penasihat PBNU

Dihimpun dari informasi yang ada, Ma’ruf Amin datang ke Garut sebagai penasihat PBNU. Asep juga memastikan tak ada unsur politik terhadap penolakan kedatangan Ma’ruf Amin ke Ponpes Darul Muwahhidin.

“Murni karena ada kegiatan. Insya Allah Darul Muwahhidin tidak terkait dengan kegiatan politik praktis. Siapa pun yang datang untuk bersilaturahmi kami terima,” tandasnya memungkasi pembicaraan.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.