Terkuak! Ini Perbedaan LPJ Dana Kemah Pemuda GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah


SURATKABAR.ID – Penyalahgunaan dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia yang digelar pada 2017 lalu menyeret PP Pemuda Muhammadiyah ke ranah hukum.

Namun, muncul pertanyaan mengapa hanya Pemuda Muhammadiyah? Padahal, Gerakan Pemuda (GP) Ansor mendapatkan dana lebih besar dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk kegiatan tersebut.

Penyidik Polda Metro Jaya mengungkapkan, ada oknum panitia dari Pemuda Muhammadiyah yang menyalahgunakan sisa dana kegiatan tersebut dan mencantumkan laporan fiktif. Polisi saat ini masih menelusuri penggunaan anggaran, mulai dari akomodasi hingga pembuatan kaos peserta.

“Dari pemeriksaan awal memang ada dugaan anggaran sekitar Rp 2 miliar yang tidak dihabiskan penuh yang diduga kurang dari separuh ada data fiktif dalam penggunaannya,” terang Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Senin (26/11/2018), dikutip dari republika.co.id.

Baca juga: Blak-blakan! Dahnil Ungkap Peringatan Haedar dan Peran Menpora Terkait Dana Kemah

Kemudian, pada Selasa (27/11/2018), Argo mengungkapkan bahwa penyidik telah mendapatkan keterangan mengenai mark-up atau penggelembungan dana pada laporan pertanggungjawaban (LPJ).

Meski begitu, Argo tak menjelaskan identitas para saksi yang telah diperiksanya. Ia juga tak menjelaskan apakah saksi dari pihak Pemuda Muhammadiyah atau pihak lain. Ia hanya mengatakan bahwa saksi mengakui adanya anggaran yang tak sesuai antara alokasi dan penggunaannya.

“Perkembangannya penyidik sudah memeriksa beberapa saksi yang menyatakan saksi itu ada memberikan keterangan dugaan mark-up,” katanya.

Sementara itu, mengenai LPJ milik GP Ansor, Argo menyatakan bahwa penyidik tak menemukan adanya penyimpangan. Namun, pihaknya masih terus melakukan penyidikan lebih mendalam.

“Nah (menyoal LPJ GP Ansor yang sudah benar dalam penggunaan dana Rp 3 milliar), masalahnya ada pemuda Islam lain yang diikutkan ya. Jadi, kita masih cek berapa ormas saja yang mendapatkan, masih kita cek,” terang Argo.