Sempat Berdebat Soal Ratna Sarumpaet, Fahri Hamzah Akhirnya Minta Maaf ke Tompi


SURATKABAR.ID – Kasus Ratna Sarumpaet yang sempat heboh beberapa waktu lalu menjadi sorotan banyak pihak. Salah satunya adalah penyanyi sekaligus dokter spesialis bedah plastik Tompi.

Bahkan, saat itu Tompi dan Fahri Hamzah sempat berdebat soal kondisi wajah Ratna yang terlihat lebam dan bengkak. Tompi saat itu meminta Fahri untuk mengecek kebenaran soal kabar penganiayaan terhadap Ratna.

Perang cuitan alias tweet war ini kembali diungkit ketika Tompi dan Fahri bertemu dalam satu panggung di PLAYFEST “NARASI TV”. Keduanya sempat membahas soal Twitter hingga akhirnya muncul bahasan tweet soal Ratna.

“Tapi kalau untuk kasus Bu Ratna Sarumpaet?” tanya Tompi pada Fahri, Senin (26/11/2018), dikutip dari detik.com.

Baca juga: Dituntut 2 Tahun Penjara, Dhani Curiga Hukumannya sebagai Bentuk Balas Dendam

Mendengar pertanyaan ini, pengunjung yang hadir langsung tertawa dan bersorak. Fahri pun terlihat tertawa sambil memberikan pelukan untuk Tompi.

“Bang Fahri untuk kasus Bu Ratna Sarumpaet, terus kita sempat tweet war sebentar terus akhirnya saya yang menang kan. Karena saya menang netizen waktu itu kebanyakan bilang…” ujar Tompi melanjutkan.

Perkataan Tompi ini pun langsung dijawab oleh Fahri yang mengaku sudah minta maaf. “Dan sampai sekarang saya belum kasih hadiahnya. Kalau di Twitter itu kalau minta maaf itu nggak harus dikasih maaf yang penting dia minta maaf,” kata Fahri.

Tompi pun meminta agar Fahri meminta maaf langsung padanya dihadapan banyak orang.

“Saya minta maaf,” ujar Fahri yang disambut tepuk tangan riuh pengunjung.

“Sudah puas, puas, puas?” lanjut Fahri pada Tompi seraya tertawa bersama.

Usai Fahri meminta maaf pada Tompi, terlihat Najwa Shihab dan beberapa narasumber naik ke atas panggung. “Yang suka nyari gara-gara yang ini apa yang itu?” tanya Najwa pada Tompi dan Fahri.

Tompi pun langsung menanggapi. “Oh, nggak. kalau saya kan intinya sirrotulmustakim. Kalau bang Fahri kan sekarang gini, orang ngomong A berati sekarang gue ngomong B. Karena prinsip Bang Fahri, beda itu baru kedengeran,” katanya.

Sedangkan Fahri menegaskan bahwa dirinya harus melawan arus. “Harus membiasakan diri melawan arus. Jadi kalau masalah seperti kita, oposisi harus diperkuat. Dan saya mewakili suara oposisi,” tegas Fahri.