Dituntut 2 Tahun Penjara, Dhani Curiga Hukumannya sebagai Bentuk Balas Dendam


SURATKABAR.ID – Tersangka kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani Prasetyo akhirnya dituntut hukuman selama 2 tahun penjara. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai perbuatan suami Mulan Jameela berisiko menimbulkan keresahan di masyarakat.

JPU, mengatakan bahwa hakim menyatakan terdakwa terbukti sah menyebarkan informasi bernada kebencian. Sikap Dhani tersebut bertentangan dengan Pasal 45 huruf A ayat (2) jo 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 jo UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE jo pasal 55 ayat (1) KUHP.

“Dalam perkara ini menurut hakim memutuskan, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menyebarkan informasi untuk menyebarkan rasa kebencian,” ujar JPU, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (26/11), dikutip dari Detik.com.

Selain itu, JPU juga menuntut agar pihak pengadilan menyita handphone, e-mail, dan juga akun media sosial Twitter milik Ahmad Dhani. Jaksa, dalam pertimbangannya, tak menemukan hal yang dapat meringankan hukuman bagi pendiri Republik Cinta Management tersebut.

“Kedua menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo dengan pidana penjara selama 2 tahun,” tutur JPU. “Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa dapat meresahkan masyarakat,” imbuhnya lebih lanjut.

Baca Juga: Lakukan Penggeledahan di Rumah Ahmad Dhani, Polisi Kantongi Hasil Ini

Terkait hukuman yang diterimanya, mantan suami Maia Estianty ini menyebut ada balas dendam di balik putusan JPU. Ia bahkan membanding-bandingkan tuntutan kepada dirinya dengan yang diterima mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Saya sendiri bingung dituntut 2 tahun penjara karena memberikan ujaran kebencian pada siapa atau golongan siapa, saya nggak tahu. Jaksa juga tidak berani menyebut bahwa itu golongan pendukung Ahok. Nggak ada. Jadi abstrak,” ujar Dhani ditemui usai menjalani sidang, Senin (26/11).

“Mungkin menurut saya, ini bukan dari JPU. Ada dari atas yang bikin tuntutan, karena tuntutannya 2 tahun sama seperti Ahok. Ini kayaknya balas dendam. Waktu kasus Ahok, jaksa menuntut 1 tahun, bukan penjara, tapi percobaan, hakim memutuskan 2 tahun,” imbuhnya kemudian.

Lebih lanjut, Ahmad Dhani juga meragukan pernyataan jaksa. Ia merasa tuduhan yang dilayangkan kepada dirinya tak mendetail. Yang menjadi permasalahan, Dhani mempertanyakan kepada siapa ia memberikan ujaran kebencian itu.

“Tidak ada satu pun pernyataan yang sah dan meyakinkan dari jaksa, golongan mana yang saya beri ujaran kebencian. Berarti abstrak, kan? Ada golongan abstrak yang dituduhkan pada saya bahwa saya memberikan ujaran kebencian pada golongan yang abstrak itu. Pernyataan itu pada siapa?” tegasnya.