Jasa Raharja Beri Santunan Total Rp 4,9 Miliar Untuk Keluarga Korban Lion Air


SURATKABAR.ID – Menurut Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Rahardjo, pihaknya telah memberikan santunan kepada keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Karawang Jawa Barat. Setidaknya sudah 100 ahli waris yang telah diberikan santunan.

“Dan kami dari Jasa Raharja sampai kemarin sore sudah menyampaikan penyerahan santunan pada 100 ahli waris,” ungkap Budi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018), melansir Liputan6.com, Senin (26/11/2018).

Ia juga menerangkan telah memberikan santunan sebesar Rp 50 juta sesuai dengan ketentuan yang ada untuk keluarga korban Lion Air. Sehingga total biaya yang dikeluarkan Jasa Raharja untuk santunan sebesar Rp 4,9 miliar.

“Jadi pada masing-masing ahli waris kita serahkan santunan sebesar Rp 50 juta, dan total sampai dengan kemarin kita menyerahkan santunan adalah Rp 4,9 miliar Rupiah,” tuturnya.

Jasa Raharja juga sudah memiliki data untuk menunjang pemberian santunan.

Baca juga: Basarnas Sudahi Operasi Pencarian Korban Lion Air

“Seluruhnya semua (ada data untuk penunjang pemberian santunan). Kecuali satu warga negara Itali dan ini kami sedang koordinasi dengan pihak kedutaan Itali untuk (proses pendataan) ke ahli waris,” sebutnya.

 

Sementara itu, menukil Tempo.co, dua keluarga yang menjadi korban tragedi Lion Air jatuh di Tanjung Karawang belum menerima santunan dari Jasa Raharja. Hal itu disebabkan karena aturan yang ada saat ini hanya mengatur ahli waris yang bisa diberikan harus pasangan (suami atau istri), anak, atau orang tua sah korban.

“Jadi, yang meninggal satu keluarga seluruhnya Jasa Raharja hanya menanggung biaya pemakamannya saja,” kata Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo saat penutupan operasi Disaster Victim Identification (DVI) Polri korban Lion Air di RS Polri Kramatjati, Jumat (23/11/2018).

Sejatinya, Jasa Raharja menyiapkan uang santunan sebesar Rp 50 juta kepada setiap keluarga korban. Hingga Kamis (22/11/2018), total uang santunan yang telah dicairkan senilai Rp 5,058 miliar untuk 103 keluarga korban.

Budi memastikan akan mengeluarkan seluruh santunan kepada keluarga korban yang berhak, termasuk keluarga dari korban yang tidak teridentifikasi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Lion Air dan mereka sudah memberikan datanya,” imbuhnya.

Seluruhnya ada 189 korban—manifes hanya mencatat 188 korban—Lion Air jatuh di Tanjung Karawang pada 29 Oktober 2018. Mereka terdiri 182 penumpang lima awak dan dua pilot. Pesawat jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pangkal Pinang.