Sering Pamer Foto Mesra di Medsos? Pakar: Itu Pertanda Pasangan Tak Bahagia


SURATKABAR.ID – Pada 19 November 2018 lalu, publik dikejutkan dengan kabar gugatan cerai yang dilayangkan Gisella Anastasia pada Gading Marten. Fakta ini sontak mengejutkan publik. Pasalnya, pasnagan yang diketahui telah lima tahun membina rumah tangga ini terkenal jauh dari gosip miring. Terlebih, keduanya pun terbilang sering memamerkan foto mesra di media sosial.

Selain itu, seperti dilansir dari Viva.co.id, Minggu (25/11/2018), Gisel-Gading beserta Gempi sang buah hati mereka yang lucu juga kerap tampil romantis dan harmonis di layar kaca. Namun, siapa yang tahu mengenai problematika yang tengah menghantam biduk perkawinan mereka?

Layaknya perumpamaan yang berbunyi “lain di muka, lain pula di dalam”, citra yang dikesankan di media sosial tak selalu berbanding lurus dengan fakta sebenarnya.

Bahkan menurut para ahli, justru pasangan yang sering mengumbar status, foto, maupun video mesra secara online, sejatinya sedang berusaha menutupi masalah yang menimpa hubungan mereka. Demikian sebagaimana disampaikan oleh Nikki Goldstein, seorang pakar seksolog dan hubungan dari Australia, yang mengatakan hal tersebut, seperti dilansir dari laman Independent.

Menurut Nikki, pasangan yang kerap berbagi foto mesranya di media sosial seringnya hanya mencari kepastian tentang hubungan mereka dari orang lain.

Baca juga: Gisella Anastasia Gugat Cerai Gading, Begini Penjelasan Gibran Marten

Mencari Validasi

“Sering kali orang-orang yang paling banyak mem-posting, sedang mencari validasi untuk hubungan mereka dari orang lain di media sosial,” ujarnya.

Validasi yang dimaksud Nikki itu adalah tanda like atau love serta komentar dari pengguna media sosial lainnya.

Menurut penilaian Nikki, pasangan yang sangat tertarik mengunggah foto satu sama lain di Instagram, sebenarnya mereka tidak menikmati saat-saat bersama pasangan.

“Anda melihat orang-orang yang akan sangat fokus untuk mengambil ‘relfie’ (relationship selfie)—kemudian mengaplikasikan filter dan hashtag. Saya pikir, mengapa Anda tidak mengambil foto saja, karena itu kenangan yang indah?” tutur Nikki menambahkan.

Nikki melanjutkan, dengan mereka suka memamerkan foto mesra di media sosial, yang dinikmati justru ialah perolehan suka dan komentar dari warganet, ketimbang saat bersama pasangan mereka sendiri.

Sementara itu, caption umum yang biasa dibubuhkan untuk foto hubungan, seperti ‘my man’ atau ‘my girl’ bisa menjadi tanda posesif.

Apa yang disampaikan Nikki itu setidaknya menjadi pengingat bahwa apa yang ada di media sosial tidak benar-benar mencerminkan kehidupan nyata. Saat dua orang berfoto dengan pose seolah-olah sedang saling jatuh cinta, kita tak pernah tahu apa yang terjadi di balik pintu rumah yang tertutup tersebut.