Erick Thohir: Lebih Mudah Jadi Presiden Inter Milan Ketimbang Presiden Republik Indonesia


SURATKABAR.ID – Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir mengatakan hanya orang yang pemberani dan bermimpi besar serta sanggup menjalani untuk bisa menjadi seorang Presiden Republik Indonesia. Bahkan Erick mengatakan, lebih mudah menjadi Presiden Inter Milan daripada Presiden RI.

Hal tersebut dikatakan Erik saat diskusi di Cafe Buri, Palembang, Sumatera Selatan, bertajuk ‘Ngopi Bareng Erick Thohir’, Sabtu (24/11/18).

“Kalau mau jadi presiden harus berdoa dengan Yang Di Atas. Sudah ada contohnya, bukan elite Jakarta tapi bisa jadi presiden. Saya tidak punya mimpi sebesar itu, lebih mudah jadi Presiden Inter Milan,” ujar Erick, dikutip dari cnnindonesia.com.

Dia berujar, saat ini banyak bermunculan politikus muda yang bisa turut memajukan Indonesia dengan mimpi-mimpi besar. Namun Erick menyayangkan banyak dari politikus muda tersebut masuk ke dalam ‘grey area’, yang disebut Erick sudah eksis dalam dunia politik di Indonesia.

Baca Juga: Dilobby Erick Thohir, Yusril Mahendra Resmi Jadi Pengacara Jokowi-Ma’ruf Amin

“Kita butuh politikus muda yang bekerja untuk rakyat bukan demi ini,” ujarnya seraya merogoh saku belakang celananya dan mengeluarkan segepok uang Rp100.000-an.

Erick pun berujar, generasi muda Indonesia harus turut serta bekerja dengan kreatif dan inovatif demi menyongsong tahun 2030 yang diyakini akan menjadi momen keemasan Indonesia karena bonus demografi.

“Jangan hanya dari konsumen, tapi anak muda harus jadi kreator kreatif yang mengisi marketplace besar yang ada di Indonesia ini,” ungkap dia.

Tak hanya itu, Erick juga ikut berkomentar terkait janji kampanye PKS yang akan menggratiskan pajak kendaraan bermotor jika Prabowo-Sandiaga terpilih dalam pilpres 2019.

“Janji kampanye itu harusnya tidak perlu muluk-muluk. Saya rasa kalau dari PKS mau menghapuskan pajak kendaraan bermotor ya bagus-bagus saja. Tapi mesti dilihat realitasnya, apakah bisa?” ujar Erick, di Palembang, Sabtu, (24/11/18) dilansir dari viva.co.id.

Hal itu dikemukakan Erick menanggapi janji Partai Keadilan Sejahtera atau PKS, untuk menghapus pajak kendaraan bermotor dan memberlakukan surat izin mengemudi (SIM) seumur hidup.